Pecatu, baliwakenews.com
Desa Adat Pecatu, Selasa (1/3) menyerahkan bantuan berupa beras ke Krama Pecatu. Hal ini sebagai apresiasi dalam menyambut hari raya Nyepi caka 1944. Dimana rangkaian prosesi telah dilaksankaan oleh krama desa adat Pecatu dan berjalan dengan lancar. Bendesa Adat Pecatu, Made Sumerta di sela-sela kegiatan mengatakan langkah tersebut sebagai dukungan pihaknya dari Desa Adat, kepada krama, yang telah diajak ngaturang ayah secara maraton, dalam menyambut hari Suci Nyepi tahun Caka 1944.
Adapun proses serangkaian Nyepi yang dilaksanakan seperti prosesi melasti dan lainnya. Pihaknya mengapresiasi karena dalam pelaksanaanya, seluruh krama Desa Adat Pecatu sangat antusias untuk ngayah bersama-sama meski masih dalam suasana pandemi. Terlebih juga sebelumnya, di desa Pecatu pada tahun 2021 lalu, telah juga digelar upacara panca wali krama di Pura Luhur Uluwatu. Dimana krama Desa juga dilibatkan untuk ikut ngayah dalam prosesi ini. “Ini sebagai bentuk apresiasi dan dukungan kepada krama, atas sumbangsihnya turut ngayah dalam rangkaian hari raya Nyepi ini.Desa Adat kembali membantu kebutuhan warga, dengan pembagian beras,” imbuhnya.
Bendesa yang juga anggota DPRD Badung tersebut lebih jauh memaparkan, untuk kali ini sebanyak 64 ton beras super dibagikan kepada sebanyak 2942 krama. Mereka berasal dari 3 banjar 19 tempekan. “Masing-masing 25 kg beras untuk krama Ngarep, Serep, pensiunan. Sementara 10 kg beras diberikan masing-masing kepada KK Mandiri, Janda, Duda, Sebatang Kara dan disabilitas,” ungkapnya sembari menjelaskan untuk teknis penyaluran bantuan ini juga diatur secara khusus.
Mengingat saat ini masih dalam suasana pandemi. Oleh karenannya pembagian beras untuk kelima kalinya ini, dilakukan tersebar di sejumlah lokasi. Selain itu pengambilan dapat diwakilkan untuk menghindari kerumunan. “Pembagian beras ini, kami dari Desa Adat tidak ada memilih. Siapapun itu semua diberikan secara merata,” tegasnya. Dia juga menambahkan untuk mengantisipasi ke depan, jika pandemi masih berlanjut, pihaknya di desa adat masih memiliki dana untuk kembali membantu kebutuhan warga. “,Kami berharap pelaksanaan catur brata penyepian bisa berjalan dengan lancar sesuai yang diharapkan,” pungkasnya. BWN 04

































