Desa Adat Kerobokan, Mulai Bangun Krematorium, Siap Beoperasi Tahun 2022

Iklan Home Page

Kerobokan, baliwakenews.com

Desa Adat Kerobokan benar-benar mewujudkan wacananya untuk membangun krematorium. Krematorium yang berbasis desa adat ini sudah dalam tahap pembangunan rencananya ditarget selesai tahun 2022. Anggaran pembangunan tersebut diprediksi mencapai Rp 3 miliar lebih lebih. Selain itu Pengelolaanya akan dilakukan oleh pihak Desa Adat Kerobokan.

Bendesa Adat Kerobokan, A.A Putu Sutarja, Kamis 26 Agustus 2021 mengatakan, krematorium Desa Adat Kerobokan saat ini sudah mulai berproses untuk pengerjaan bangunan. “Ya, sekarang baru proses pengerjaan bangunan dan untuk alatnya masih dipesan dulu. Targetnya nanti tahun 2022 sudah selesai,”ujarnya.

Baca Juga:  INFINITY8 Bali, Membuka Paket Isolasi Mandiri

Ketua Majelis Desa Adat Kabupaten Badung ini juga mengatakan, tempat tersebut berada di setra tamiyu (kuburan untuk krama pendatang ) Desa Adat Kerobokan dengan luas sekitar 10 are. Selain itu juga ada lahan pendukung untuk ritual ngaben dan upacara memukur. “Kremasi nanti dikelola oleh Prajuru Pura Dalem di bawah naungan Desa Adat Kerobokan,” terangnya.

Lebih lanjut Sutarja menjelaskan, kremasi ini diperuntukkan kepada warga setempat. Kalau misalnya ada orang luar Desa Adat Kerobokan dan beragama Hindu ingin mengikuti kremasi tentu mereka harus menyesuaikan dengan Awig-awig (aturan) desa adat setempat. Kalau misalnya mereka tidak mau menyesuaikan tentu tidak bisa mengikuti kremasi tersebut. “Nanti bagi yang ingin mengikuti kremasi mereka bisa tinggal dipilih upacara yang Utama, Madya , dan Alit. Intinya dresta tidak hilang, tujuan pertama untuk mempercepat proses pengembalian panca maha butha, ada desta yang harus diikuti seperti hari-hari di desa adat tersebut yang tidak boleh melakukan kremasi itu mesti diikuti oleh krama yang ingin menggunakan fasilitas kremasi Desa Adat Kerobokan ini,” ungkapnya.

Baca Juga:  Dewan Badung Kritisi Pantai Bingin Kotor, Pemkab Langsung Perintahkan DPUPR Tangani

Selain itu keberadaan kremasi ini juga untuk meringankan beban masyarakat dalam melangsungkan ritual ngaben. Sebab belakangan ini ritual ngaben masih terkesan berat di masyarakat. “Kita berharap keberadaan kremasi ini juga untuk meringankan beban umat kita,” tutur bendesa yang sudah dua kali menjabat tersebut. BWN-05

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR