Kereneng, baliwakenews.com
Pengkab Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Gianyar mencetak sejarah di ajang Kejuaraan provinsi (Kejurprov) yang digeber oleh Pengprov PABSI Bali di Sentra Angkat Besi Bali di GOR Lila Bhuana, Denpasar. Gianyar meraih 3 keping emas, dan 1 perunggu mengalahkan Denpasar dan Badung.
Sejarah yang dimaksud itu memang bukan sesuatu yang ‘wah’ melainkan nama Badung tercetak sebagai juara pertama ajang kejurprov karena sejak bertahun-tahun, baru kali ini cabor angkat besi menggelar event internal tingkat provinsi. Ketua Umum Pengkab PABSI Bali, I Wayan Bun Setiadi, Minggu 25 Juni 2023 mengatakan kejurprov itu digeber dengan latar belakang yang cukup logis.
“Dulu kan angkat besi gabung dengan tiga cabor (binaraga, angkat berat-red). Sekarang sudah pisah dan berdiri sendiri, dan semenjak saya ditunjuk jadi ketua umum langsung gelar kejuaraan tingkat provinsi dan kontingen Badung keluar menjadi juara umum. Total peserta ada 34 orang putra-putri dengan 10 kelas yang dipertandingkan,” ujar Bun Setiadi sembari menambahkan kelas yang dipertandingkan itu mulai dari 40 hingga 70 kg putra-putri, plus 70+ kg putra-putri.
Pria yang akrab disapa Obit ini menambahkan dari total peserta itu hanya Kabupaten Bangli yang absen karena memang tidak ada kepengurusan. “Atlet yang tanding itu junior dan senior. Jadi mereka saling berkompetisi. Lifter proyeksi Pra-PON juga turun dan kami memakai ajang ini untuk salah satu seleksi Pra-PON juga, termasuk jika ada atlet yang limit angkatannya mendekati Pra-PON, akan kami rekrut untuk tim proyeksi itu,” terang Obit.
Selain itu, mengingat cabor angkat besi sudah resmi dipertandingkan di ajang Porprov Bali, maka wajib pengprov harus menggelar event tingkat provinsi sebagai proses pembinaan dan evaluasi pengembangan cabor di kabupaten/kota. Dan juga tertib organisasi karena cabor yang sehat itu adalah aktif menggelar kejuaraan tingkat daerah.
Sementara untuk juara, selain Gianyar yang meraih 3 emas, dan 1 perunggu, ada Denpasar di runner-up dengan 2 emas, 1 perak, kemudian Badung di posisi tiga dengan 2 emas, 1 perunggu. Lalu disusul berturut-turut Jembrana 1 emas, 5 perak, 2 perunggu, Tabanan 1 emas, 1 perak, Karangasem 1 emas, 1 perunggu, Buleleng 1 perak, 2 perunggu, dan Klungkung 1 perak, 1 perunggu. BWN-06


































