Dari Sampah Jadi Paving Block, Ungasan Bangun Desa Mandiri dengan Inovasi Hijau

Iklan Home Page

Badung, baliwalenews.com

Siapa sangka, tumpukan sampah di Desa Ungasan, Kuta Selatan, kini bisa berubah menjadi paving block ramah lingkungan. Lewat Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Karisma, desa ini bukan hanya mengelola sampah secara mandiri, tapi juga menciptakan solusi hijau yang bernilai ekonomis.

Langkah besar terbaru mereka menambah tiga mesin baru senilai lebih dari Rp 1,5 miliar dari dana APBDes, termasuk incinerator dan mesin pencetak paving block. Abu dari sampah yang dibakar kini tak lagi dibuang, tapi dipadatkan menjadi paving block yang kokoh dan siap digunakan di lingkungan sekitar.

Baca Juga:  Antara Sampah, Pariwisata, dan Harapan Subsidi Desa Adat Jimbaran Cari Jalan Ringankan Beban Warga

“Kalau kualitasnya bagus, kami produksi lebih banyak untuk masyarakat,” kata I Made Nuada Arsana, Ketua LPM Ungasan sekaligus pengelola TPST Karisma, Selasa (29/7).

Dengan tambahan mesin incinerator, kapasitas pengolahan TPST naik dua kali lipat, dari 10–12 ton menjadi lebih dari 20 ton sampah per hari. Inovasi ini menjadi langkah taktis merespons naiknya volume sampah seiring meningkatnya partisipasi warga.

Tak berhenti di situ, limbah batok kelapa yang dulunya mubazir kini dicacah untuk jadi kompos, kokopit, hingga arang. Zero waste bukan sekadar jargon di Ungasan, tapi sedang dibuktikan satu per satu.

Baca Juga:  Dewan Badung Soroti Uji Coba 5 Hari Layanan RSD Mangusada

“Fokus kami tetap pada masyarakat. Ketika kapasitas sudah stabil, barulah sektor usaha besar kami libatkan,” ujar Nuada.

Perbekel Ungasan, I Made Kari menegaskan bahwa TPST Karisma adalah bagian dari visi besar menuju Desa Hijau Mandiri. Ia berharap inovasi ini jadi warisan hijau bagi generasi mendatang.

Sementara itu, Camat Kuta Selatan Ketut Gede Arta menyebut inovasi ini sebagai bentuk nyata dari pembangunan berkelanjutan. “Ungasan telah membuktikan bahwa desa bisa jadi motor perubahan, bukan sekadar penonton,” ujarnya.

Baca Juga:  Tak Mampu Tampung Penonton Membludak, Venue Dresta Lango Pecatu Siap Diperluas

Langkah Ungasan melalui TPST Karisma bukan hanya cerita tentang pengelolaan sampah, tapi tentang bagaimana sebuah desa bisa mengambil alih nasib lingkungannya sendiri. Di tengah isu sampah yang akut di Bali, model seperti ini patut ditiru bukan cuma dipuji. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR