Jakarta, baliwakenews.com – Di tengah kemajuan teknologi dan kesibukan masyarakat urban, pakar kesehatan mengimbau pentingnya menjaga pola hidup sehat untuk mencegah risiko penyakit kronis dan gangguan mental. Gaya hidup modern dinilai memberi tantangan tersendiri terhadap keseimbangan fisik dan mental masyarakat.
“Banyak orang tidak sadar bahwa duduk terlalu lama, kecanduan gawai, dan pola makan instan memberi dampak buruk jangka panjang bagi kesehatan,” ujar dr. Lestari Handayani, pakar kesehatan masyarakat, Selasa (29/4).
Ia menyebutkan sepuluh langkah sederhana yang bisa diterapkan untuk menjaga kesehatan di era modern. Pertama, membatasi penggunaan gawai dan media sosial, terutama menjelang tidur, untuk mencegah stres digital dan gangguan pola tidur.
Kedua, memperbanyak aktivitas fisik ringan di tengah rutinitas duduk, seperti berjalan atau stretching setiap satu jam. “Aktivitas ini membantu sirkulasi darah dan mencegah kelelahan otot,” katanya.
Pola tidur juga menjadi sorotan. Lestari menyarankan tidur 7–8 jam per hari sebagai kebutuhan dasar untuk menjaga sistem imun dan konsentrasi.
Sementara itu, konsumsi makanan segar seperti buah, sayur, dan protein tanpa lemak perlu diutamakan, dibandingkan makanan cepat saji atau tinggi proses. “Hindari makanan instan yang tinggi sodium dan pengawet,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya konsumsi air putih minimal dua liter per hari, serta pengelolaan stres dengan teknik relaksasi seperti meditasi dan pernapasan dalam.
Berolahraga secara rutin selama 30 menit, minimal tiga kali seminggu, serta menjalani pemeriksaan kesehatan berkala disebut dapat membantu deteksi dini risiko penyakit.
Di akhir pernyataannya, dr. Lestari mengingatkan masyarakat untuk menjauhi kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebihan, dan begadang tanpa alasan penting. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental dan tidak ragu berkonsultasi dengan profesional jika dibutuhkan.
“Sehat di era modern bukan hanya soal fisik, tapi juga soal bagaimana kita menjaga keseimbangan hidup di tengah tekanan digital dan urbanisasi,” tutupnya. BWN-01





























