Mangupura, baliwakenews.com
Dinas Kebudayaan Badung akan melakukan pembahasan lebih lanjut terkait teknis secara rinci pelaksanaan pembuatan dan pawai ogoh-ogoh di Kabupaten Badung. Mangingat pawai tersebut akan dilakukan maksimal 50 orang perkelompok.
Kepala Dinas Kebudayaan Badung, I Gede Eka Sudarwitha, Minggu 2 Januari 2022 mengatakan, pihaknya sudah menerima surat tersebut, namun ia merasa ragu pelaksanaan pawai ogoh-ogoh dapat sesuai dengan SE. Sehingga pihaknha akan melakuka koordinasi dengan pihak-pihak terkait tentang teknis pelaksaan pembuatan dan pawai ogoh-ogoh di Badung. “Kalau dilihat dari SE itu, ada ketentuan saat pawai maksimal boleh diikuti 50 orang, ini sedikit sulit pelaksanaannya. Jadi ini terkait pelaksanaan pembuatan dan pawai ogoh-ogoh, kami segara akan mengkoordinasikan dengan MDA Kabupaten, PHDI dan tokoh-tokoh lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, paling sedikit dalam pelaksanaan pawai sekitar 20 orang dari penabuh gong, 20 orang dari pengusung ogoh-ogoh, dan pengiring lainnya. Jika dijumlahkan akan lebih dari 50 orang. “Hal ini yang mendasari kami akan membuat sebuah keputusan bersama. Paling lambat minggu kedua di bulan ini akan ada ketentuan teknis yang menindaklanjuti SE MDA,” ungkapnya.
Disinggung terkait bantuan pembuatan ogoh-ogoh, Sudarwitha menerangkan, bahwa untuk tahun 2022 akan diberikan. Hanya saja jumlah dari bantuan tersebut akan dikurangi sesuai dengan kebijakan dan perencanaan yang dilakukan oleh Bupati dengan DPRD Badung. “Tahun ini tetap ada bantuan dana pembuatan ogoh-ogoh, tapi jumlahnya tidak sebanyak sebelumnya. Kalau dulu Rp 40 juta dipotong pajak, tahun ini mungkin sepertiganya, karena sesuai dengan kemampuan keuangan daerah tidak mpu seperti tahun sebelumnya,” terangnya.
Bantuan tersebut pun akan diberikan untuk seluruh yowana di Kabupaten Badung. Sudarwitha menegaskan, terkait pembagian dana bantuan ini memiliki klasifikasi tersendiri. “Sesuai dengan kriteria sepanjang sudah memiliki surat keterangan terdaftar, memiliki balai suka duka, dan untuk satu lingkungan banjar hanya ada satu yowana yang diberikan bantuan. Jadi tujuannya juga untuk mempersatukan dan mempererat persaudaraan di wilayah banjar,” tegasnya.
Lebih lanjut pihaknya berharap, di masa pandemi Covid-19 seluruh masyarakat dalam melaksanakan pawai ogoh-ogoh tidak melanggar protokol kesehatan dan ketentuan yang berlaku. “Kita secara bersama harus menjaga agar tidak ada lonjakan kasus, tapi di lain pihak upacara adat dan budaya kita dapat dilaksanakan,” terangnya. BWN-05


































