Bupati Pimpin HLM Ketahanan Pangan dan Pengendalian Inflasi

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa didampingi Sekda Badung IB. Surya Suamba memimpin rapat High Level Meeting (HLM) terkait upaya mewujudkan ketahanan pangan dan pengendalian inflasi menjelang hari besar keagamaan Idul Adha, hari raya Galungan dan Kuningan. HLM yang berlangsung di ruang rapat Nayaka Gosana I, Puspem Badung, Selasa (19/5), diikuti Asisten Perekonomian dan Pembangunan Made Agus Aryawan, Asisten Administrasi Umum I Wayan Wijana beserta Pimpinan Perangkat Daerah terkait, Direktur Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana, Badan Pusat Statistik Badung, Tim Perumus Kebijakan serta Dosen Fakultas Pertanian Unud I Ketut Satriawan. Dalam rapat tersebut Bupati juga menyaksikan penandatanganan kerjasama memperluas akses produk-produk pertanian antara Perumda Pasar Mangu Giri Sedana dengan PT. Brilliant Ecommerce Berjaya.

Baca Juga:  Bahas RAPBD Badung 2025, Komisi IV Kumpulkan Sejumlah Petinggi OPD

Dalam arahannya Bupati Adi Arnawa menegaskan pentingnya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di masyarakat menjelang hari besar keagamaan. Menurutnya, momentum Idul Adha serta Galungan dan Kuningan biasanya diikuti peningkatan permintaan masyarakat terhadap sejumlah komoditas pangan. Untuk itu perlu langkah antisipatif dan sinergi lintas sektor sehingga dapat memastikan ketersediaan pangan, distribusi, kestabilan harga tetap terjaga dan dapat menekan laju inflasi. “Kepada Instansi teknis bersama TPID agar terus melakukan pemantauan harga dan distribusi bahan pokok, penguatan kerjasama antar daerah serta pengawasan distribusi pangan juga harus terus ditingkatkan guna mencegah terjadinya lonjakan harga maupun kelangkaan barang,” jelasnya.

Baca Juga:  Pencuri di Denpasar Kepergok Warga Saat Larikan Celana Dalam dan Bra

Selain itu Bupati menekankan bahwa untuk mewujudkan ketahanan pangan diperlukan langkah konkret dalam menjaga alih fungsi lahan pertanian dan menjadikan petani sejahtera. Berbicara ketahanan pangan, pemerintah harus dapat memastikan produksi pangan yang dibutuhkan oleh masyarakat terlebih sektor pariwisata di badung. Untuk itu perlu dilakukan pemetaan lahan persawahan produktif sehingga dapat mengetahui hasil produksi dan disandingkan dengan kebutuhan. “Dinas Pertanian dan Pangan agar melakukan pemetaan berapa luas lahan produksi, berapa produksinya per tahun disandingkan dengan kebutuhan masyarakat dan sektor pariwisata. Kalau belum terpenuhi dapat melakukan kerjasama antar daerah,” jelasnya.

Baca Juga:  Bali Jadi Magnet Baru Wisatawan di Tengah Konflik Kawasan

Mengenai pasca panen, Perumda Pasar dan Pangan bertindak sebagai pembeli dan penjamin pasar (offtaker) juga diharapkan dapat menyerap langsung hasil panen petani lokal serta melakukan kerjasama antar daerah untuk menjaga ketersediaan stok pangan. “Upaya ini dapat memotong rantai distribusi yang panjang, memastikan harga beli yang adil bagi petani, sekaligus mengendalikan inflasi dan ketersediaan stok di tingkat konsumen,” terangnya.BWN-HB

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR