Bupati.Adi Arnawa Hadiri Upacara Rsi Yadnya Apodgala Dwijati

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri sekaligus upasaksi Upacara Rsi Yadnya Apodgala Dwijati Ida Bhawati Pasek I Nyoman Gede Riantha dan Ida Bhawati Pasek Istri Ni Wayan Swinantari di Griya Agung Pasek Tegal Arum, Banjar Tegal Jaya, Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Sabtu (16/8).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan Badung I Gde Eka Sudarwitha, Ketua PHDI Badung Gede Rudia Adiputra, Camat Kuta Utara I Putu Eka Parmana, Perbekel Desa Dalung I Gede Putu Arif Wiratya, Bendesa Adat Padang Luwih I Ketut Adi Ardana, Manggala Karya I Wayan Sudiasa, semeton Pasek, serta tokoh masyarakat setempat.

Sebagai bentuk dukungan Bupati menyerahkan bantuan secara simbolis dana Dinas Kebudayaan sebesar Rp100 juta.

Baca Juga:  Sekda Adi Arnawa Hadiri Rapat Kerja Komisariat Wilayah Forsesdasi Provinsi Bali Tahun 2022

Upacara Rsi Yadnya Apodgala yang bertepatan dengan rahina Tumpek Wayang ini disaksikan oleh Nabe Napak Ida Pandita Mpu Nabe Putra Swadiaya Pramana Santika Griya Agung Pasek Kedampal Abiansemal, Nabe Waktra dan Nabe Saksi.

Dalam sambrama wacana, Bupati Adi Arnawa mengungkapkan rasa bangga dan bahagia dapat hadir pada prosesi upacara ini. Menurutnya, upacara Dwijati memiliki makna filosofis sebagai kelahiran kembali (Reinkarnasi) menjadi Sulinggih. “Seorang Sulinggih yang telah melalui proses Diksa akan memperoleh wewenang penuh untuk pelaksanaan dan menyelesaikan berbagai upacara yadnya,” ungkapnya.

Bupati juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya karya Yadnya. Ia menekankan bahwa yadnya bukan hanya kewajiban ritual, melainkan juga instrumen menjaga keseimbangan Sekala-Niskala. “Saya mengakui adanya pandangan kritis dari generasi muda yang mempersoalkan biaya yadnya. Nilai yadnya jangan dipandang dari sisi material semata, tetapi dari makna spiritual, kebersamaan, serta penguatan identitas kultural masyarakat,” ujar Adi Arnawa.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPRD Wayan Suyasa Terima Aspirasi Restorasi Candi Kurung di Pura Pemuteran Jagat Desa Adat Kapal  

Selanjutnya Bupati Adi Arnawa menambahkan bahwa Sulinggih dan Pemangku berperan penting dalam memberikan pencerahan kepada umat. “Melalui Dharmaduta dan Dharma Wacana, masyarakat perlu dibimbing agar melaksanakan yadnya dengan penuh kesadaran spiritual, disesuaikan dengan kemampuan, tanpa membebani krama,” imbuhnya.

Sementara itu, Bendesa Adat Padang Luwih I Ketut Adi Ardana bersama Manggala Karya I Wayan Sudiasa mengucapkan terima kasih kepada Bupati Badung dan seluruh undangan yang hadir. Ia berharap setelah menjalani Dwijati, Ida Bhawati dapat menjalankan peran sebagai pengayom dan tuntunan umat.

Baca Juga:  Pemilihan Duta GenRe Kabupaten Badung Tahun 2022  

“Sejak tanggal 10 Agustus telah dilaksanakan prosesi Diksa Pariksa, dan hari ini bertepatan dengan Saniscara Kliwon Wuku Wayang merupakan puncak Munggah Sulinggih. Rangkaian upacara berjalan lancar atas restu para Sulinggih, Pandita, Pinandita, dan masyarakat. Setelah menjadi Sulinggih, diharapkan mampu memberi pencerahan melalui sastra agama dan tetap dekat dengan masyarakat, khususnya Desa Adat Padang Luwih, serta umat Hindu pada umumnya,” harapnya.BWN-HB

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR