Denpasar, baliwakenews.com
Perajin koran bekas Satya Bali Kreatif yang terletak di Jalan Ratna I No. 7 Desa Sumerta Kauh, Kecamatan Denpasar Timur, membantu mengatasi persoalan sampah di Kota Denpasar. Namun di tengah Pandemi Covid-19, UMKM ini terkena dampak cukup signifikan yaitu menurunnya omset penjualan sehingga berpengaruh terhadap keberlanjutan usahanya.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Warmadewa ( FEB Unwar), Ida Ayu Surasmi, Kamis (3/12) di kampus Unwar mengatakan UMKM berkontribusi besar dalam perekonomian nasional maupun daerah, baik dalam aspek penyedia tenaga kerja maupun dalam penerimaan PDRB bagi Pemerintah Provinsi Bali.
Melihat persoalan yang dihadapi perajin koran bekas tersebut memotivasi FEB Unwar melaksanakan pengabdian kepada masyarakat (PKM). “Mereka mampu menyulap sampah yang selama ini dianggap musibah tetapi sampah itu dapat menjadi berkah,” tukasnya. Adapun hasil produksi dari kerajinan koran bekas, dapat disulap menjadi misalnya Bokor, Keben, Tempat Dupa, Lampu Meja, serta beragam kerajinan lainnya.
“Kami berharap dapat membantu para perajin koran bekas di desa Sumerta dalam mengatasi persoalan yang dihadapi di tengah pandemi Covid-19 ini. Untuk itu kami memberikan pelatihan tentang model perhitungan Harga Pokok Produksi secara akurat dan tepat,” ucap Surasmi didampingi Tim Pengabdian Masyarakat lainnya yaitu A.A.Media Martadiani, A.A Bagus Amlayasa dan Nyoman Senimantara.
Dikatakan selama ini perajin belum memiliki model perhitungan Harga Pokok Produksi sehingga berdampak pada laporan. Persoalan lain yang dihadapi adalah perajin belum memiliki sistem pemasaran digital, serta belum optimalnya edukasi kepada KUEP agar dapat lebih mandiri dan berdaya saing.
Meskipun kegiatan pelatihan dilakukan di tengah Pandemi Covid-19, semua berjalan pancar. Dengan menggunakan aturan protokol kesehatan (PROKES) yang begitu ketat, semua peserta pengabdian serta tim pelaksana berkumpul di rumah salah satu pengurus yakni I Ketut Yudi Mahendra untuk mengikuti semua kegiatan pengabdian.
Adapun materi yang diberikan terkait meliputi edukasi serta diskusi tentang pentingnya cara menghitung harga pokok produksi, sistem pemasaran berbasis digital serta kewirausahaan. Kegiatan selanjutnya berupa pendampingan untuk menghitung harga pokok produksi secara sederhana namun akurat dengan bantuan software microsof excel, serta penggunaan Whatsapp (WA) untuk mengembangkan pemasaran secara on line.
Kegiatan PKM ini diakhiri dengan pemberian bantuan berupa peralatan-peralatan untuk mendukung kegiatan operasional perajin koran bekas Satya Bali Kreatif. Bantuan ini diserahkan langsung oleh ketua tim PKM kepada ketua Satya Bali Kreatif. “Semoga dengan pemberian bantuan ini, dapat meningkatkan produktivitas hasil kerajinan dari koran bekas,” pungkasnya.*BWN-03































