Mangupura, Baliwakenews.com
Minggu pagi di Pantai Kuta terasa berbeda. Tidak hanya wisatawan yang menikmati debur ombak, puluhan relawan, pelajar, dan berbagai instansi tampak sibuk memungut sampah yang terbawa arus laut. Di antara mereka, jajaran Bawaslu Kabupaten Badung ikut turun langsung dalam aksi bersih pantai bersama komunitas Kawan Alam Bali, Minggu (29/3/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Air Sedunia yang jatuh pada 22 Maret lalu. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mengajak masyarakat kembali menyadari pentingnya menjaga kelestarian air sebagai sumber kehidupan.
Aksi bersih pantai ini tidak hanya diikuti oleh Bawaslu Badung dan Kawan Alam Bali, tetapi juga melibatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Badung, stakeholder vertikal, serta para siswa yang antusias berpartisipasi. Dengan membawa karung dan sarung tangan, mereka menyisir sepanjang pantai, mengumpulkan sampah plastik dan limbah lainnya yang mencemari kawasan pesisir.
Ketua Bawaslu Badung, I Wayan Semara Cipta, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar aksi simbolis, melainkan upaya nyata untuk mengingat kembali nilai-nilai kearifan lokal Bali yang sejak dahulu memuliakan air sebagai sumber kehidupan.
“Dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia, kita diingatkan bahwa masyarakat Bali sejak dahulu telah memuliakan air sebagai sumber kehidupan. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk mulai memilah sampah dan menjaga lingkungan demi keberlanjutan sumber daya air kita,” ujarnya.
Senada dengan itu, Anggota Bawaslu Badung Rachmat Tamara menilai bahwa menjaga kebersihan alam memiliki makna yang sejalan dengan tugas Bawaslu menjaga demokrasi tetap bersih.
“Mari kita menjaga kebersihan alam kita, karena itu juga berarti menjaga kesehatan jasmani dan rohani kita, seperti fungsi Bawaslu yang terus menjaga demokrasi Indonesia tetap bersih,” ungkapnya.
Semangat kolaborasi juga datang dari internal Bawaslu Badung. Kepala Sekretariat Bawaslu Badung, Drs. Firman Kurniawan, mengajak seluruh jajaran untuk terlibat aktif dalam kegiatan sosial dan lingkungan sebagai bentuk kontribusi nyata institusi.
“Mudah-mudahan upaya yang kita lakukan bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk turut menjaga kebersihan pantai. Kebiasaan ini harus diawali dari diri kita sendiri,” ujarnya.
Di tengah teriknya matahari pagi, tumpukan sampah yang berhasil dikumpulkan menjadi simbol kecil dari gerakan besar yang ingin dibangun. Aksi ini bukan hanya soal membersihkan pantai, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Bawaslu Badung berharap gerakan menjaga kebersihan lingkungan, khususnya kawasan pesisir, dapat terus berkembang dan menjadi kebiasaan berkelanjutan bagi masyarakat Bali. BWN-03





























