Gianyar, baliwakenews.com
Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares sangat berang saat post match press conference atau pasca pertandingan play off leg I Liga Champions Asia, Selasa 6 Juni 2023 di Stadion Kapten Wayan Dipta, Gianyar. Pelatih asal Portugal ini begitu berang karena kemenangan timnya serasa dirampok oleh wasit. Laga sengit itupun akhirnya berakhir dengan skor seri 1-1.
Dalam tatap muka di depan wartawan, Tavares bahkan sampai menunjukkan potongan video bahwa harusnya PSM mendapat pinalti di menit 75.
“Pemain nomor 23 (Ryuji Utomo-Bali United) memeluk pemain kami di tengah kotak pinalti. Itu harusnya pinalti. Ini harusnya tugas seorang wasit, dan ada juga wasit tambahan, tapi mereka tidak melakukan tugasnya dengan baik,” cecar Tavares.
Tapi secara pertandingan, Tavares puas dengan dua tim yang sama-sama menampilkan pertandingan yang menarik. “Game yang bagus, atmosfer stadion yang bagus juga. Ini game yang positif untuk kami bawa di leg kedua nanti. Bali United tetap kuat untuk kami,” ujarnya.
Kembali ke pertandingan, gol pertama dicetak oleh Bali United lewat sontekan Irfan Jaya di menit 15. Namun PSM mendapat gol ‘cuma-cuma’ setelah striker Bali United, Illija Spasojevic melakukan gol bunuh diri di menit 70.
Sementara kata Teco Cugurra selaku pelatih Bali United, hasil ini memang kurang beruntung. “Tidak ada pemain yang mau cetak gol bunuh diri. Saya sebut ini hasil kurang beruntung,” kata Teco mengomentari hasil serta gol bunuh diri yang dicetak Spaso.
Kini, Spaso dkk wajib kencangkan ikat pinggang untuk menatap leg kedua nanti di Kota Parepare pada 10 Juni 2023 mendatang. BWN-06


































