Mangupura, baliwakenews.com
Suasana Rabu (29/10) malam di loby Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Badung Puspem Badung terasa berbeda. Di sebuah ruang yang ditata dengan gaya modern dan santai, ratusan anak muda berkumpul, bukan untuk lomba atau konser, melainkan untuk “curhat” bersama pemerintah. Kegiatan bertajuk Badung Talks Creative and Hetero Space (BATCH) yang digagas oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Badung ini menghadirkan nuansa baru yakni dialog serius, tapi dengan gaya yang ringan dan penuh semangat muda.
“BATCH bukan cuma tempat ngobrol. Ini ruang kreatif tempat anak muda bisa bersuara, mengkritik, dan berkolaborasi,” kata Kepala Diskominfo Badung, I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra, S.Sos., M.A.P. Menurutnya, kegiatan ini dirancang agar generasi muda tak sekadar menjadi penonton pembangunan, tapi ikut memberi warna melalui ide dan gagasan segar.
Lebih dari 220 peserta hadir, termasuk 104 siswa dan guru dari SMAN 1 Mengwi dan SMAN 1 Kuta Utara. Mereka terlihat antusias, apalagi saat segmen paling ditunggu tiba yakni “Curhat Untuknya”. sesi ini merupakan tanya jawab langsung dengan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa.
Tanpa sekat formalitas, para peserta menyampaikan pertanyaan dan uneg-uneg mereka tentang isu lingkungan, pendidikan, hingga ruang ekspresi kreatif di Badung. Suasana cair dan akrab membuat bupati pun tak segan menanggapi satu per satu dengan gaya santainya.
“Anak muda Badung harus punya ruang untuk menyalurkan kreativitasnya. Kami sedang menyiapkan taman kota di setiap kecamatan sebagai tempat kalian bisa berkarya dan berinovasi,” ujar Bupati Adi Arnawa disambut tepuk tangan meriah.
Tak hanya soal taman kota, kegiatan ini juga menjadi wadah mengenalkan layanan pengaduan publik “Kontak Bupati”, agar masyarakat, khususnya generasi muda, lebih mudah menyampaikan aspirasi langsung kepada pemerintah.
Melalui BATCH, Diskominfo Badung ingin membangun jembatan kepercayaan antara pemerintah dan generasi muda. Sebuah langkah kecil tapi berarti, karena dari ruang seperti inilah ide-ide besar sering lahir.
“Kami ingin pemerintah hadir di tengah anak muda, bukan hanya mendengar, tapi juga bergerak bersama mereka,” terang Jaya Saputra. BWN-05/Kominfo































