Banjir Rendam Sejumlah Titik di Kuta, PUPR All Out Kerahkan Pompa

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com

Pemerintah Kabupaten Badung bergerak cepat memastikan kawasan wisata Kuta tetap terkendali meski diterjang banjir akibat hujan deras yang mengguyur Bali sejak Senin (23/2). Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung langsung menurunkan personel dan mengerahkan enam pompa portable untuk mempercepat penanganan genangan air di sejumlah titik strategis.

Sejak dini hari, pompa stasioner di kawasan Dewi Sri dan Kartika Plaza telah diaktifkan. Plt Kepala Dinas PUPR Badung, Anak Agung Rama Putra, mengatakan pompa mulai beroperasi pukul 00.47 Wita saat tinggi muka air mencapai 160 sentimeter.

“Pompa di Dewi Sri dan Kartika Plaza mulai beroperasi pukul 00.47 Wita. Saat itu tinggi muka air mencapai 160 sentimeter,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).

Hingga pukul 10.00 Wita, beberapa titik genangan masih terpantau tinggi sehingga seluruh pompa tetap difungsikan. Upaya ini dilakukan untuk mempercepat surutnya air, terutama di jalur-jalur utama yang menjadi akses wisata dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Baca Juga:  Tim PKM Unwar Dampingi Penerapan K3 Pada Pedagang Pasar Ikan Kedonganan

Kepala Bidang Bina Marga PUPR Badung, I Putu Teddy Widnyana Putra, menjelaskan banjir dipicu curah hujan tinggi yang merata dari wilayah hulu hingga hilir. Kondisi tersebut menyebabkan debit air meningkat signifikan, termasuk di aliran Tukad Mati yang bermuara di kawasan Kuta.

Penanganan dilakukan secara kolaboratif antara Bidang Sumber Daya Air (SDA) dan Bina Marga. Enam pompa portable disebar ke titik-titik rawan seperti Dewi Sri, Jalan Pandawa, Legian, Seminyak, dan Kuta. Sementara penanganan di Jalan Kunti dibantu tim dari SDA.

“Semua pompa portable ditarik menggunakan mobil dan disiagakan di titik-titik genangan. Personel Pasukan Reaksi Cepat (PRC) sudah standby sejak pukul 22.00 Wita,” jelasnya.

Baca Juga:  Jenasah IB Made Sunartha Diserahkan Kepada Keluarga Ketua DPRD Badung Sampaikan Doa Terbaik

Ia mengakui, tantangan utama penanganan banjir kali ini adalah tingginya debit Tukad Mati. Ketika debit sungai melampaui ambang batas dan kondisi air laut sedang pasang, aliran drainase tidak dapat mengalir ke sungai sehingga air tertahan di daratan.

“Kalau debit Tukad Mati tinggi dan air laut pasang, drainase tidak bisa masuk. Air jadi tertahan. Kami bantu dengan pompa, tapi cepat surutnya sangat tergantung kondisi alam,” tegasnya.

Hingga Selasa siang, genangan di kawasan Dewi Sri masih relatif tinggi dan pompa terus dioperasikan. PUPR Badung memastikan seluruh personel diturunkan untuk siaga penuh guna meminimalkan dampak terhadap aktivitas masyarakat dan wisatawan.

Baca Juga:  Plt. Bupati Suiasa Terima Entry Meeting BPK RI Perwakilan Bali

Selain itu, PUPR juga memantau ruas Sunset Road dari Simpang Imam Bonjol hingga Simpang Nakula yang kini menjadi kewenangan kabupaten. Untuk titik lain seperti Simpang Siur dan akses menuju Simpang Dewa Ruci yang menjadi kewenangan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN), koordinasi intensif terus dilakukan.

“Dengan laporan yang kami terima, kami tetap berkoordinasi dengan BPJN untuk langkah antisipasi. Kami sudah melakukan upaya maksimal sesuai kewenangan,” tandasnya.

Langkah cepat ini diharapkan mampu menjaga citra Kuta sebagai destinasi unggulan tetap aman dan nyaman, meski dihadapkan pada tantangan cuaca ekstrem. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR