Mangupura, baliwakenews.com
Kawasan pariwisata Kuta dan sekitarnya sempat lumpuh akibat banjir yang merendam Jalan Dewi Sri, Kelurahan Legian, Selasa (24/2). Genangan air setinggi lutut orang dewasa membuat arus lalu lintas terhenti total dan sejumlah wisatawan harus dievakuasi dari penginapan.
Hujan deras yang turun tanpa henti sejak Senin (23/2/2026) menyebabkan sejumlah titik di Badung terendam. Namun Jalan Dewi Sri menjadi lokasi terdampak paling parah. Dari pantauan di lapangan, kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas dari arah utara maupun selatan. Pengendara terpaksa memutar balik karena badan jalan tertutup air.
Selain Dewi Sri, genangan juga terjadi di Jalan Dewi Kunti II Seminyak, Jalan Wana Segara Kuta, Jalan Sunset Road, Jalan Kartika Plaza, hingga kawasan Bypass Ngurah Rai menuju Simpang Dewa Ruci.
Sekretaris Kecamatan Kuta, Made Agus Suantara, membenarkan bahwa banjir melanda wilayah Legian, Kuta, dan Seminyak, dengan kondisi terparah di Jalan Dewi Sri dan Dewi Kunti II.
Menurutnya, tingginya genangan membuat sejumlah wisatawan yang menginap di vila sekitar lokasi harus dievakuasi menggunakan perahu karet. Evakuasi dilakukan oleh pihak kelurahan bersama Balawista dan kepolisian.
“Upaya penanganan sudah dilakukan. Namun karena kapasitas sungai terlampaui, air sulit mengalir. Kami harus menunggu debit sungai surut agar genangan bisa turun,” ujarnya.
Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, turun langsung meninjau lokasi atas instruksi Bupati Badung. Ia menegaskan, pemerintah memastikan penanganan berjalan cepat agar aktivitas masyarakat dan pariwisata segera pulih.
Menurutnya, faktor geografis menjadi kendala utama. Kawasan Jalan Dewi Sri berada di dataran rendah, sementara tinggi muka air Tukad Mati hampir sejajar dengan permukiman.
“Ketika air dibuang ke Tukad Mati, ketinggiannya hampir sama sehingga air bisa kembali ke wilayah ini. Jadi memang harus menunggu debit sungai menurun,” jelasnya.
Ia memastikan proses evakuasi berjalan aman dan saat ini tidak ada lagi wisatawan maupun warga yang mengungsi di vila atau penginapan. “Basarnas, Tagana, kelurahan, kecamatan, semua bergerak cepat. Saat kami cek, sudah tidak ada lagi pengungsi,” katanya.
Berdasarkan laporan, genangan tertinggi terjadi pada dini hari sekitar pukul 04.00 Wita sebelum berangsur menurun pada siang hari. Setelah meninjau Dewi Sri, Wabup juga dijadwalkan mengecek kondisi di Jalan Dewi Kunti II Seminyak. BWN-04































