Denpasar, biwakenews.com – Minggu pagi itu, langit Pelabuhan Benoa tampak cerah. Namun suasana mendadak berubah mencekam ketika asap tebal mengepul dari Kapal Motor Budi Jaya 18 K22 yang tengah bersandar di Dermaga Barat.
Sekitar pukul 09.55 Wita, api tiba-tiba muncul dari kamar kapten kapal. Beberapa anak buah kapal (ABK) yang tengah mengecat bagian depan palka sontak panik. Salah satu dari mereka sempat menyambung kabel listrik dari darat ke kapal dan di situlah percikan pertama muncul. Diduga kuat, korsleting dari sambungan listrik itulah pemicu awal bencana.
Empat alat pemadam api ringan dikerahkan. Tapi api membesar lebih cepat dari nyali yang tersisa. Dalam hitungan menit, tali kapal dilepas, langkah nekat tapi jitu untuk mencegah api menjalar ke kapal lain.
Mobil pemadam milik Pelindo dan sembilan unit pompa alkon dari perusahaan-perusahaan pelayaran sekitar turun tangan. Mereka bergantian menyemprotkan air hingga api berhasil dijinakkan sekitar pukul 10.30.
Tidak ada korban jiwa. Tapi asap yang tertinggal masih menyisakan pertanyaan, seberapa siapkah kita menghadapi api yang datang tanpa aba-aba?
Penyelidikan masih berlangsung. Dan untuk kini, yang tersisa hanyalah kapal hangus di ujung dermaga, jadi pengingat bahwa satu percikan kecil bisa mengubah segalanya. BWN-01





























