Aneka Olahan Talas Tingkatkan Nilai Tambah Talas di Desa Penebel

Tim Pengabdian Dosen hibah institusi Universitas Warmadewa di kelompok Dasa Wisma Penebel Desa Penebel

Tabanan, baliwakenews.com

Tanaman talas sangat mudah dijumpai di desa Desa Penebel, Kecamatan Penebel Kabupaten Tabanan, namun nilai jualnya sangat rendah. Untuk meningkatkan nilai tambah Talas, Tim Pengabdian Dosen hibah institusi Universitas Warmadewa melaksanakan pengabdian kepada masyarakat yang ditujukan pada kelompok Dasa Wisma Penebel Desa Penebel, Kecamatan Penebel Kabupaten Tabanan.

Kegiatan PkM di hadiri dan dibuka langsung Kepala Desa Penebel I Gusti Agung Ketut Sastrawan,S.T. Pihaknya berharap kegiatan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Penebel. Peran perguruan tinggi dalam menambah pengetahuan dan kiat bisnis sangat dibutuhkan masyarakat.

Baca Juga:  Gema Tridatu IKM dan UKM Denpasar Pulihkan Perekonomian di Masa Pandemi Covid 19

Ketua Tim Pengabdian, Ir. Luh Kartini, M.Si memaparkan bahwa kegiatan pengabdian bertujuan untuk mengembangkan produk berbahan dasar talas sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Dengan demikian komoditas non beras juga dapat dikembangkan dan diperkenalkan kepada masyarakat.

” Kami memberikan materi dan melatih kelompok Dasa Wisma Penebel cara pembuatan olahan produk talas yaitu berupa nugget talas, bakwan talas dan mie talas. Latar belakang pembuatan kegiatan ini adalah melihat Desa Penebel memiliki potensi untuk membudidayakan Talas namun masyarakat memiliki sedikit pengetahuan tentang budidaya talas dan teknologi pengolahan talas sehingga perlu diberikan pelatihan dan penyuluhan untuk meningkatkan nilai tambah talas,” papar Luh Kartini.

Baca Juga:  Screening Lanjutan di Br. Sayan Baleran Desa Werdi Bhuwana Diikuti 777 Warga, Ditemukan 21 Orang Reaktif

Dengan demikian diharapkan pendapatan dari ibu-ibu Dasar Wisma Desa Penebel akan meningkat. “Ibu-ibu Dasa Wisma Desa Penebel sangat antusian mengikuti kegiatan ini dan kegiatan ini disertai praktek langsung pembuatan produk, pengemasan dan labeling,” ungkapnya Luh Kartini, di damping oleh anggota tim yaitu Ir. Luh Suriati, M.Si, dan Ir. Ni Ketut Mardewi,M.P.*BWN-03

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: