Warga bergegas menuruni tebing dan menemukan seorang pria tergeletak di semak-semak, masih memegang ponsel di tangannya. Ia adalah PSYR (33), warga Denpasar Barat, yang nekat melompat dari sisi timur jembatan karena tekanan pikiran yang menghimpitnya. Beruntung, semak-semak di bawah jembatan menjadi penyelamat hidupnya.
“Korban masih sadar dan langsung kami evakuasi ke atas jembatan. Setelah diberi air minum, ia dibawa ke Puskesmas Petang II untuk perawatan,” ujar Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, Kamis (23/10).
Kepada petugas, PSYR mengaku tertekan oleh beban hidup, meski enggan menjelaskan persoalan yang dihadapinya. Polisi menduga tindakan itu dipicu masalah keluarga dan tekanan mental berat. Sekitar pukul 15.00, keluarganya datang menjemput setelah kondisinya membaik dan meminta agar kejadian ini tidak disebarluaskan di media sosial.
Peristiwa ini kembali membuka mata banyak pihak. Jembatan Tukad Bangkung, yang menjulang indah di atas lembah hijau, ternyata masih menyimpan sisi kelam—lokasi rawan percobaan bunuh diri. “Kami menilai perlu pagar pengaman tambahan agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ujar Aiptu Ayu.
Ia juga mengimbau warga agar peka terhadap aktivitas mencurigakan di sekitar jembatan. Sebab, di balik pemandangan menakjubkan yang ditawarkan Tukad Bangkung, ada kisah manusia yang berjuang melawan sunyi dan tekanan hidup. BWN-01
































