Dikejar Sebelum Musim Hujan, Jembatan Integrated Farming Banyuasri Baru Capai 10 Persen

Iklan Home Page

Singaraja, Baliwakenews.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng berpacu dengan waktu untuk menuntaskan pembangunan jembatan di kawasan Integrated Farming Banyuasri sebelum musim hujan mencapai puncaknya. Hingga awal September 2026, progres pembangunan jembatan tersebut baru mencapai sekitar 10 persen.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna turun langsung meninjau proyek tersebut pada Senin (7/9/2026). Jembatan ditargetkan rampung sepenuhnya pada Desember mendatang.

Kondisi kawasan yang kerap mengalami peningkatan debit air saat musim hujan menjadi perhatian serius. Bupati Sutjidra meminta pengerjaan struktur bagian bawah jembatan diprioritaskan agar tidak terkendala cuaca.

“Ini strategis sekali, mengingat musim hujan akan datang. Sebaiknya pada bulan November, konstruksi bagian bawahnya sudah harus selesai,” tegas Sutjidra.

Baca Juga:  Tiba di Benoa, 232 WNI Disambut Rapid Tes

Dari hasil peninjauan di lapangan, pengerjaan proyek masih berada pada tahap awal. Fokus utama saat ini adalah pengeringan area di bawah jembatan sebelum konstruksi struktur utama dapat dikerjakan.

“Progresnya ini mungkin baru sekitar 10 persen. Jadi yang paling krusial ini untuk pengeringan di bawahnya,” katanya.

Untuk mempercepat pengerjaan, struktur jembatan nantinya direncanakan menggunakan sistem beton pracetak. Metode tersebut diharapkan dapat membuat proses konstruksi lebih efisien dan meminimalkan risiko keterlambatan akibat perubahan cuaca.

“Nanti pakai beton pracetak,” ujar Sutjidra.

Baca Juga:  Retribusi PBG Diharapkan Tak Menjadi Andalan Pendapatan Daerah

Tak hanya soal jembatan, kawasan Integrated Farming Banyuasri juga diproyeksikan memiliki fasilitas olahraga panjat tebing bertaraf internasional. Lokasinya direncanakan berada tidak jauh dari area pembangunan jembatan, tepatnya di sisi kanan lahan Integrated Farming milik Pemkab Buleleng.

Sutjidra memastikan pembangunan jembatan tidak akan mengganggu rencana pengembangan kawasan yang telah tertuang dalam master plan. Ia berharap pembangunan kedua fasilitas tersebut dapat berjalan bersamaan.

“Mudah-mudahan ini bisa paralel, simultan, fasilitas panjat tebingnya selesai, jembatan juga selesai,” ungkapnya.

Keberadaan fasilitas panjat tebing tersebut juga mendapat dukungan dari organisasi panjat tebing di Buleleng, khususnya dalam aspek teknis dan pemanfaatan fasilitas olahraga.

Baca Juga:  Hadiri Pujawali Pura Hyang Ibu Manik Mas Kampial, Suyasa Harapkan Warga Tak Ada Perpecahan Meski Beda Warna Politik

Apabila seluruh proyek dapat dituntaskan sesuai target, kawasan Integrated Farming Banyuasri akan memiliki tambahan infrastruktur yang diharapkan mampu memperkuat aktivitas masyarakat sekaligus mendukung pengembangan kawasan terpadu di Kabupaten Buleleng.

Dengan musim hujan yang semakin dekat, tantangan terbesar kini adalah memastikan pekerjaan konstruksi bisa terus dikebut tanpa mengorbankan kualitas. Pemkab Buleleng pun berharap struktur krusial jembatan sudah aman sebelum curah hujan tinggi mulai menghambat pekerjaan di lapangan. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR