Pantai Pandawa Naik Kelas, Penataan Kawasan dan Tsunami Shelter Mulai Disiapkan

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com


Pantai Pandawa memasuki babak baru pengembangan kawasan wisata. Desa Adat Kutuh mulai merealisasikan master plan yang disusun bersama Universitas Udayana (Unud) dengan fokus menghadirkan destinasi yang lebih tertata, hijau, aman, dan nyaman bagi wisatawan.
Transformasi tersebut diawali dengan penataan ulang kios pedagang di sisi timur Pantai Pandawa yang dimulai sepanjang Juli ini. Kawasan akan dibuat lebih rapi dan estetik, dilengkapi tanaman perindang, pembenahan jaringan utilitas, serta penataan lampu penerangan guna meningkatkan kenyamanan pengunjung.


Tak hanya itu, bangunan mangkrak yang selama ini berada di kawasan sentral Pantai Pandawa juga akan dibongkar. Lahan tersebut dipersiapkan sebagai lokasi pembangunan tsunami shelter yang ditargetkan mulai direalisasikan pada 2027 melalui kerja sama dengan pemerintah.

Baca Juga:  Badung Gelar Pelatihan Pengolahan Hasil Pangan Lokal bagi KWT


Bendesa Adat Kutuh, Jro Nyoman Mesir, Jumat (10/7/2026), mengatakan pengembangan Pantai Pandawa harus terus dilakukan agar mampu mengikuti kebutuhan wisatawan sekaligus menjaga daya saing destinasi. “Pantai Pandawa tidak boleh berhenti berkembang. Kami terus melakukan penataan sesuai kebutuhan di lapangan agar kawasan ini semakin nyaman, aman, dan menarik bagi wisatawan,” ujarnya.


Selain mempercantik kawasan inti Pantai Pandawa, pengelola juga mempercepat pengembangan Pantai Timbis yang diproyeksikan menjadi destinasi dengan orientasi pasar wisatawan mancanegara. Menurut Mesir, langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi kepadatan di Pantai Pandawa sekaligus menghadirkan pengalaman wisata yang lebih berkualitas. “Kawasan ini kami harapkan nantinya lebih banyak melayani pasar wisatawan mancanegara. Jika seluruh aktivitas dipusatkan di Pantai Pandawa, terkadang wisatawan merasa kurang nyaman karena kepadatan pengunjung,” katanya.

Baca Juga:  IKM Nyaris Sempurna, Kuta Selatan Dipacu Pertahankan Standar Layanan Tinggi


Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan DTW Pantai Pandawa, I Wayan Duartha, mengatakan penataan akses menuju Pantai Timbis menjadi prioritas menyusul lonjakan kunjungan yang mencapai sekitar 50 persen sepanjang tahun ini.
Pengelola tengah menyiapkan sistem transportasi baru, di mana kendaraan hanya diperbolehkan sampai titik tertentu. Selanjutnya wisatawan akan menggunakan shuttle atau berjalan kaki menuju kawasan pantai.


“Kami sedang merancang sistem kendaraan hanya sampai titik tertentu. Setelah itu wisatawan akan menggunakan shuttle atau berjalan kaki. Ini untuk mengurangi risiko kecelakaan sekaligus memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi pengunjung,” jelasnya.


Menurut Duartha, meningkatnya popularitas panorama tebing Pantai Timbis dan berkembangnya aktivitas wisata menjadi pemicu naiknya jumlah kunjungan. Untuk mendukung perkembangan tersebut, berbagai fasilitas seperti toilet, shower, restoran, hingga sarana penunjang wisata bahari akan segera dilengkapi.

Baca Juga:  LHP Kepatuhan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah dari BPK Bali


“Kendalanya saat ini masih pada fasilitas. Toilet, shower, dan fasilitas lainnya akan kami lengkapi sehingga wisatawan merasa lebih nyaman saat berkunjung ke Timbis,” katanya.


Ia menegaskan Pantai Pandawa dan Pantai Timbis merupakan satu kawasan wisata yang dikelola secara terintegrasi. Karena itu, pengembangan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga strategi pengelolaan kawasan agar pertumbuhan wisatawan berlangsung lebih berkualitas, aman, dan berkelanjutan. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR