Mangupura, baliwakenews.com
Pantai Pandawa tidak hanya menjual keindahan pantai untuk menarik wisatawan mancanegara. Destinasi unggulan di Bali Selatan ini kini mengusung konsep pariwisata berkualitas melalui penataan kawasan, penguatan UMKM, dan peningkatan fasilitas wisata sebagai daya tarik utama di pasar internasional.
Komitmen tersebut akan diperkenalkan BUMDA Kutuh dalam ajang MATTA Fair Malaysia pada 8–9 September 2026 di Kuala Lumpur. Keikutsertaan dalam salah satu pameran pariwisata terbesar di Asia Tenggara itu difasilitasi Kementerian Pariwisata sebagai upaya memperkuat promosi destinasi unggulan Indonesia sekaligus mendorong kunjungan wisatawan yang lebih berkualitas.
Direktur BUMDA Kutuh, Ni Luh Hepi Wiradani Duartha, mengatakan promosi internasional kini tidak lagi hanya berfokus pada jumlah kunjungan, tetapi juga pengalaman dan kualitas destinasi yang ditawarkan kepada wisatawan.
“Hari ini wisatawan tidak hanya mencari pantai yang indah, tetapi juga destinasi yang tertata, nyaman, dan memiliki pengalaman yang lengkap. Itulah yang terus kami bangun di Pantai Pandawa,” ujarnya, Rabu (8/7/2026).
Dalam ajang MATTA Fair, Pantai Pandawa akan mempromosikan paket wisata terpadu berbasis keluarga yang melibatkan pelaku industri pariwisata lokal, mulai dari akomodasi, aktivitas wisata, hingga pengalaman budaya dan kuliner di kawasan Kutuh.
Menurut Hepi, paket family activity menjadi produk yang paling diminati calon wisatawan Malaysia. Selain pasar Malaysia yang menyumbang sekitar 20 persen dari total kunjungan wisatawan asing ke Pantai Pandawa, BUMDA Kutuh juga membidik pertumbuhan wisatawan dari India, Tiongkok, dan Singapura yang menunjukkan tren positif.
Di sisi lain, Pantai Pandawa terus melakukan berbagai pembenahan untuk mendukung pariwisata berkualitas dan berkelanjutan. Program penataan kawasan UMKM, penambahan fasilitas wisata, pembenahan lanskap melalui program CSR bersama InJourney, hingga pembangunan tsunami shelter menjadi bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan dan keamanan wisatawan.
“Promosi harus diimbangi dengan peningkatan kualitas destinasi. Kami ingin wisatawan asing tidak hanya datang sekali, tetapi kembali lagi dan merekomendasikan Pantai Pandawa kepada wisatawan lainnya,” kata Hepi.
Strategi tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Pendapatan kawasan wisata pada 2024 berhasil melampaui target sekitar Rp7 miliar. Sementara pada 2025, meski industri pariwisata global menghadapi berbagai tantangan, realisasi pendapatan Pantai Pandawa tetap berada di atas target yang ditetapkan.
Dengan kombinasi promosi internasional dan penguatan kualitas destinasi, Pantai Pandawa optimistis dapat memperluas pasar global sekaligus memperkuat posisinya sebagai destinasi pariwisata berkualitas dan berkelanjutan di Bali BWN-04

































