Mangupura, Baliwakenews.com
Bali kembali dipercaya menjadi tuan rumah agenda nasional. Kali ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia menggelar Rapat Koordinasi Rekonsiliasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Semester I Tahun 2026 yang diikuti jajaran KPU Provinsi se-Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 18-20 Juni 2026 di Kuta, Bali, menjadi forum penting untuk memperkuat kualitas data pemilih sebagai fondasi utama penyelenggaraan pemilu yang demokratis.
Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Bali sebagai tuan rumah. Ia menyambut seluruh peserta dari berbagai daerah dan berharap rakor tersebut menghasilkan rekomendasi yang mampu meningkatkan kualitas data pemilih nasional.
“Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta di Bali. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi peningkatan kualitas data pemilih di Indonesia,” ujarnya.
Rapat koordinasi dibuka langsung Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin didampingi Anggota KPU RI Betty Epsilon Idroos, Idham Holik, dan Iffa Rosita, Kamis (18/6/2026).
Dalam arahannya, Afifuddin menegaskan bahwa pemutakhiran data pemilih berkelanjutan bukan sekadar memperbaiki angka dan administrasi, tetapi juga menjadi upaya menjaga hak konstitusional setiap warga negara.
Menurutnya, KPU harus memastikan data pemilih semakin berkualitas, maju, dan inklusif sehingga tidak ada warga yang kehilangan hak pilihnya.
“Pemutakhiran data pemilih tidak hanya soal akurasi data, tetapi juga memastikan perlindungan hak pilih seluruh warga negara, termasuk kelompok rentan seperti penyandang disabilitas dan masyarakat adat yang memerlukan perhatian khusus dalam proses pendataan,” tegas Afifuddin.
Sementara itu, Anggota KPU RI Betty Epsilon Idroos meminta seluruh jajaran KPU Provinsi yang membidangi data dan informasi untuk memperkuat koordinasi serta mengoptimalkan proses konsolidasi dan rekonsiliasi data.
Menurutnya, data pemilih yang akurat, mutakhir, dan berkelanjutan merupakan fondasi penting bagi penyelenggaraan pemilu dan pemilihan yang demokratis serta berintegritas.
“Koordinasi yang kuat dan pemutakhiran data yang berkelanjutan menjadi kunci untuk menghasilkan data pemilih yang semakin berkualitas,” ujarnya.
Rakor nasional ini sekaligus menjadi momentum memperkuat komitmen KPU dalam menjaga hak pilih masyarakat serta meningkatkan kualitas sistem data pemilih Indonesia menjelang pelaksanaan agenda demokrasi di masa mendatang. BWN-03

































