Kejuaraan yang dibuka Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya pada Minggu, 7 Juni 2026 tersebut diikuti 32 klub bola voli dari seluruh Bali dan akan berlangsung hingga 4 Juli 2026.
Arnawa mengatakan turnamen semacam ini tidak hanya menjadi arena pertandingan antar-klub, tetapi juga menjadi ruang pembinaan atlet muda yang berkelanjutan. Menurut dia, semakin banyak kompetisi digelar, semakin besar peluang daerah menemukan bibit-bibit atlet potensial yang dapat dikembangkan ke jenjang lebih tinggi.
“Yang terpenting adalah mempererat persaudaraan antarpemain dan pecinta olahraga bola voli di Kabupaten Tabanan,” kata Arnawa.
Politikus yang juga menjabat Sekretaris DPC PDIP Tabanan itu menilai pembinaan olahraga tidak bisa dilakukan secara instan. Kompetisi yang rutin digelar menjadi bagian penting dalam proses pengembangan kemampuan atlet sekaligus mengukur hasil latihan yang telah dijalani.
Menurut Arnawa, olahraga memiliki fungsi yang jauh lebih luas dibanding sekadar mengejar kemenangan dalam pertandingan. Melalui olahraga, atlet muda dilatih untuk membangun disiplin, tanggung jawab, kerja sama tim, dan semangat juang.
“Olahraga tidak hanya menjadi sarana kompetisi, tetapi juga media pembentukan karakter, disiplin, kerja sama, serta semangat juang yang tinggi,” ujarnya.
Ia berharap kejuaraan tersebut mampu melahirkan atlet-atlet voli berprestasi yang nantinya dapat mengharumkan nama Tabanan di tingkat provinsi maupun nasional.
Kejuaraan Banteng Tabanan Cup 2026 sendiri digelar dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam olahraga sekaligus memperkuat pembinaan atlet usia muda di daerah. BWN-01
































