Koster dan Menteri LH Tanam Mangrove, Bali Siapkan Benteng Hijau Hadapi Krisis Iklim dan Ekonomi Karbon

Iklan Home Page

Denpasar, Baliwakenews.com

Bali tidak hanya memperkuat sektor pariwisata, tetapi juga mulai menegaskan posisinya sebagai pusat ekonomi hijau nasional. Komitmen itu ditunjukkan melalui aksi penanaman mangrove yang dipimpin Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Mohammad Jumhur Hidayat, bersama Gubernur Bali Wayan Koster di Mangrove Arboretum Park, Pedungan, Denpasar Selatan, Rabu (10/6/2026).

Aksi yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, pelajar, mahasiswa, komunitas lingkungan, serta berbagai pemangku kepentingan tersebut menjadi simbol kuat kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman perubahan iklim dan memperkuat ketahanan lingkungan Bali.

Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan Kementerian Lingkungan Hidup terhadap percepatan rehabilitasi kawasan pesisir sekaligus upaya membangun kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga ekosistem mangrove sebagai benteng alami menghadapi krisis iklim.

Dalam sambutannya, Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat menegaskan bahwa penanaman mangrove tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan langkah konkret untuk memperbaiki hubungan manusia dengan alam.

“Kita mulai merasakan dampak dari cara kita memperlakukan lingkungan. Berbagai bencana hidrometeorologi yang terjadi saat ini menjadi pengingat bahwa alam selalu memberikan respons atas tindakan manusia,” ujar Jumhur.

Baca Juga:  Pj. Lihadnyana Tinjau Kesiapan KPU Sudah 95%

Menurutnya, frekuensi banjir, abrasi pantai, dan berbagai bencana lingkungan yang meningkat di berbagai daerah menunjukkan pentingnya percepatan rehabilitasi ekosistem, khususnya kawasan mangrove yang memiliki fungsi strategis sebagai pelindung pesisir.

Lebih jauh, Jumhur menilai Bali telah menunjukkan contoh positif dalam membangun gerakan lingkungan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Di Bali saya melihat pemerintah, masyarakat, komunitas, hingga dunia usaha dapat bergerak bersama. Ini menjadi model yang sangat baik bagi daerah lain,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Kementerian Lingkungan Hidup berencana kembali menggelar aksi penanaman mangrove berskala besar di Bali pada peringatan Hari Mangrove Sedunia, 28 Juli 2026 mendatang. Kegiatan tersebut akan melibatkan berbagai kementerian, organisasi masyarakat, serikat pekerja, hingga komunitas lingkungan.

Selain isu konservasi, Menteri LH juga menyoroti besarnya potensi ekonomi hijau yang dapat dikembangkan dari kawasan mangrove. Menurutnya, hutan mangrove memiliki kemampuan menyerap karbon jauh lebih tinggi dibanding banyak ekosistem lainnya sehingga berpotensi menjadi bagian penting dalam skema perdagangan karbon global.

Baca Juga:  Bupati Giri Prasta Resmikan Command Center Soekertijo Kodam IX/Udayana

“Jika dikelola secara baik dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat, mangrove bukan hanya menjaga lingkungan, tetapi juga dapat menjadi sumber nilai ekonomi baru,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Jumhur turut mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Provinsi Bali dalam menangani persoalan sampah yang selama ini menjadi perhatian publik. Ia menilai keberhasilan menjaga kebersihan lingkungan akan memperkuat citra Bali sebagai destinasi wisata dunia yang berkelanjutan.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa rehabilitasi mangrove merupakan bagian dari agenda strategis Pemerintah Provinsi Bali dalam menjaga keseimbangan alam dan menghadapi dampak perubahan iklim.

Koster menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat yang dinilainya memperkuat berbagai program lingkungan yang selama ini dijalankan Bali.

“Terima kasih kepada Bapak Menteri atas perhatian dan dukungannya terhadap upaya pelestarian lingkungan hidup di Bali,” kata Koster.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah secara konsisten melaksanakan gerakan penanaman pohon dan rehabilitasi mangrove setiap bulan sebagai bagian dari program pelestarian lingkungan dan penguatan kawasan hijau.

Baca Juga:  Peluncuran Perdana Endek Motif Jepun Bebadungan dan Pembukaan Badung Fashion Trend-2024

Menurut Koster, kawasan mangrove di wilayah Denpasar dan Badung sempat mengalami kerusakan cukup serius. Sedikitnya 18 hektare kawasan mangrove tercatat mengalami degradasi dan sejak tahun 2019 terus direhabilitasi secara bertahap.

Melalui program pemulihan yang berkelanjutan, kawasan tersebut diharapkan kembali berfungsi optimal sebagai pelindung garis pantai, penyerap emisi karbon, sekaligus habitat penting bagi berbagai jenis biota pesisir.

“Semoga mangrove yang ditanam hari ini tumbuh dengan baik dan mampu mengembalikan fungsi ekologis kawasan ini seperti semula,” ujar Koster.

Dengan percepatan rehabilitasi mangrove, penguatan pengelolaan sampah, serta pengembangan ekonomi hijau berbasis lingkungan, Bali tidak hanya menjaga keindahan alamnya, tetapi juga membangun fondasi baru menuju destinasi wisata dunia yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi tinggi di masa depan. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM Badung Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR