Mangupura, baliwakenews.com
Ketua DPRD Badung Gusti Anom Gumanti, SH, MH, memberikan apresiasi kepada Bupati Badung, Wakil Bupati dan anggota di DPRD Badung atas capaian Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada tahun anggaran 2025. Ini menunjukkan bahwa sinergitas antara legislatif dan eksekutif sudah berjalan dengan baik.
Hal tersebut diungkapkannya saat dihubungi,Rabu (10/6). “Kami memberi apresiasi dan ini cermin sinergitas legislatif dan eksekutif berjalan baik,” ujarnya.
Hal ini kata Anom Gumanti, juga merupakan wujudnyata ketaatan kepada asas hukum, peraturan perundang-undangan serta keterbukaan informasi publik dan akuntabilitas pemerintah daerah.
“Ini yang menjadi materi pemeriksaan oleh BPK, Badung sudah ke-12 kalinya mendapatkan WTP sejak 2005 lalu. Harapan saya agar ini bisa dipertahankan, kemudian yang paling penting adalah mudah-mudahan eksekutif menindaklanjuti hasil pemeriksaan sekarang untuk melakukan hal yang lebih baik lagi kepada masyarakat Badung, khususnya yuk transparan dan informasi pemerintah daerah ini kita lakukan secara transparan kepada masyarakat Badung,” tegasnya.
Terkait catatan yang diberikan BPK khususnya dana hibah, Anom Gumanti menyatakan, Badung sudah memiliki sistem yang namanya e-hibah. Kalau nanti di situ ada beberapa catatan, dia menegaskan ya perlu diperbaiki ke depan. Dia berharap eksekutif lebih selektif lagi terutama dalam hal birokrasinya.
Catatan ini, tegasnya, tidak terlepas juga dengan para penerima hibah. Penerima hibah wajib menaati aturan yang ada. Yang paling penting adalah penerima mampu mempertanggungjawabkan atas dana hibah yang diterima. Ini perlu sinergitas antara semuanya.
Politisi PDI Perjuangan asal Kuta ini berharap, pihak eksekutif jangan membiarkan hal seperti itu terjadi. Eksekutif tetap harus memberi pendampingan kepada masyarakat kita. “Tidak semua masyarakat paham atau mengerti tentang bagaimana proses, sistem, pertanggungjawabannya. Tentu agar ini dimonitor bahkan harus didampingi,” bebernya.
Terhadap waktu 60 hari yang diberikan BPK untuk memperbaiki catatan-catatan tersebut, Anom Gumanti menyatakan, itu waktu yang sangat tenggang. Karenanya, catatan-catatan tersebut mestinya bisa diperbaiki dalam kurun waktu yang tersedia. “Harapan saya satu bulan bisa selesai,” ungkap AG sapaan populer Anom Gumanti. BWN-05

































