Keren! Dosen dan Mahasiswa Unwar Ciptakan Solusi Pakan Murah untuk Pembudidaya Lele Bali

Iklan Home Page

Denpasar, Baliwakenews.com

Lonjakan harga pakan komersial yang terus membebani pembudidaya ikan lele kini mulai menemukan solusi. Melalui Program Kemitraan Masyarakat Universitas Warmadewa (PKM Unwar), kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) Sumber Rejeki di Peguyangan Kangin, Denpasar Utara, berhasil mengolah limbah potong ayam menjadi pakan tambahan berkualitas melalui teknologi fermentasi.

Program yang digagas oleh tim dosen Universitas Warmadewa, yakni Dr. Dra. Sang Ayu Made Putri Suryani, M.Si dan I Gede Agus Surya Pratama, S.Pi., M.Si., ini menjadi terobosan dalam menekan biaya produksi sekaligus mengurangi limbah organik yang selama ini kurang termanfaatkan.

Ketua Pokdakan Sumber Rejeki, Kadek Sumbar, mengungkapkan bahwa persoalan terbesar yang dihadapi kelompoknya selama ini adalah tingginya biaya pakan yang mencapai 60 hingga 70 persen dari total biaya budidaya.

Baca Juga:  Jumat Ceria Bersama Bupati Tabanan

“Ketergantungan terhadap pakan pabrikan membuat keuntungan pembudidaya semakin tergerus. Karena itu, inovasi pakan alternatif berbahan limbah ayam ini sangat membantu kelompok kami,” ujarnya.

Sang Ayu Made Putri Suryani, mengungkapkan Provinsi Bali sendiri memiliki kebutuhan ikan lele yang cukup tinggi, mencapai 7-8 ton per hari. Namun produksi lokal baru mampu memenuhi sekitar 2 ton per hari sehingga sisanya masih harus dipasok dari luar daerah. Kondisi ini membuka peluang besar bagi pengembangan usaha budidaya lele di Bali.

“Melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan intensif, anggota Pokdakan kami berikan pengetahuan tentang pemanfaatan limbah ayam terfermentasi sebagai pakan tambahan sekaligus teknik pemantauan kualitas air budidaya secara berkelanjutan,” ucapnya disela kegiatan baru- baru ini.

Hasilnya cukup menggembirakan. Berdasarkan evaluasi pre-test dan post-test, tingkat pengetahuan anggota kelompok mengenai pemanfaatan limbah ayam terfermentasi meningkat hingga 78 persen.

Baca Juga:  Wali Kota Jaya Negara Tinjau SDN 7 Peguyangan, Komitmen Wujudkan Sarana Prasarana Pendidikan yang Berkualitas

Tak hanya memahami teori, para anggota juga telah mampu memproduksi pakan secara mandiri. Pakan hasil fermentasi yang dihasilkan menunjukkan kualitas yang baik dengan aroma khas asam manis menyerupai tape, yang menjadi indikator keberhasilan proses fermentasi.

Dalam proses pembuatannya, limbah potong ayam terlebih dahulu direbus untuk menghilangkan bakteri patogen, kemudian dicacah halus dan dicampur dengan dedak, molase, serta probiotik EM4. Campuran tersebut selanjutnya difermentasi selama tiga hingga tujuh hari sebelum dikeringkan dan digunakan sebagai bahan campuran pakan lele.

Dikatakan, pemanfaatan limbah ayam sebagai pakan tambahan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi pembudidaya, tetapi juga mendukung pengelolaan lingkungan melalui pengurangan limbah organik.

Baca Juga:  Dikalahkan Dewa United, Bali United Tertahan di Peringkat 4 Klasemen Sementara

“Program ini membuktikan bahwa limbah yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat diubah menjadi produk yang memiliki manfaat ekonomi tinggi. Harapannya teknologi sederhana ini dapat direplikasi oleh kelompok pembudidaya lainnya di Bali,” jelasnya.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, tim PKM juga menyerahkan bantuan alat dan bahan kepada kelompok mitra agar inovasi pembuatan pakan alternatif dapat terus dikembangkan secara mandiri.

Keberhasilan Pokdakan Sumber Rejeki menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat mampu melahirkan solusi inovatif bagi sektor perikanan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat lokal. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR