Kampus Bali-Nusra Didorong Naik Kelas, Unwar Jadi Pusat Strategi Pendidikan Tinggi Nasional

Iklan Home Page

Denpasar, Baliwakenews.com

Universitas Warmadewa (Unwar) menjadi pusat perhatian perguruan tinggi swasta se-Bali dan Nusa Tenggara Barat setelah dipercaya menjadi tuan rumah Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) LLDikti Wilayah VIII, 21–22 Mei 2026.

Forum strategis yang digelar di Auditorium Widya Sabha Uttama Kampus Unwar itu diikuti sekitar 164 peserta dari 105 perguruan tinggi swasta (PTS) Bali-Nusra dan membahas percepatan mutu pendidikan tinggi di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Mengusung tema “Akselerasi Mutu dan Aksesibilitas”, forum ini menjadi panggung evaluasi sekaligus konsolidasi besar kampus-kampus swasta untuk meningkatkan kualitas, akreditasi, hingga daya saing lulusan.

Kegiatan dibuka langsung oleh Plt. Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI, Badri Munir Sukoco, yang menegaskan pentingnya kampus meningkatkan kualitas dan pelaporan kinerja secara berkala.

Baca Juga:  Koster: Tanpa Ekonomi Kerthi, Bali Tak Akan Mandiri dan Tetap Rentan Pangan

“Kami berharap jumlah perguruan tinggi unggul terus meningkat. Yang belum terakreditasi harus segera menyelesaikan akreditasinya,” tegasnya.

Rektor Unwar, I Gde Suranaya Pandit, mengatakan forum tersebut menjadi momentum penting bagi perguruan tinggi swasta dalam memperkuat mutu pendidikan sekaligus menyiapkan sumber daya manusia unggul menghadapi tantangan global.

Menurutnya, kampus saat ini tidak cukup hanya menghasilkan lulusan cerdas secara akademik, tetapi juga harus memiliki perspektif keberlanjutan, lingkungan, dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan zaman.

“Perguruan tinggi menghadapi tantangan besar dalam mencetak SDM unggul yang siap bersaing secara global,” ujarnya.

Baca Juga:  Pengkot Esporst Indonesia (ESI) Denpasar  

Sementara itu, Kepala LLDikti Wilayah VIII, I Gusti Lanang Bagus Eratodi, mengungkapkan kualitas perguruan tinggi di Bali dan NTB mengalami peningkatan signifikan dalam setahun terakhir.

Saat ini, lima perguruan tinggi swasta di wilayah Bali-Nusra telah meraih akreditasi unggul dan sekitar 30 kampus lainnya berstatus baik sekali.

“Kami optimistis kampus-kampus di Bali dan NTB akan terus berkembang dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.

LLDikti VIII juga menyoroti peningkatan akses pendidikan tinggi melalui program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Saat ini, sekitar 17 ribu mahasiswa di wilayah Bali-Nusra menerima bantuan tersebut.

Namun, pemerintah mulai mengarahkan bantuan pendidikan kepada perguruan tinggi dengan kualitas akreditasi yang baik sebagai bentuk dorongan peningkatan mutu institusi.

Baca Juga:  Gubernur Koster Akan Pangkas 4 OPD Lagi Wujudkan Reformasi Birokrasi

Tak hanya membahas akreditasi dan mutu kampus, forum tersebut juga menghadirkan pembahasan terkait keamanan siber, transformasi digital, pengembangan talenta digital, hingga strategi pembelajaran masa depan.

Sejumlah pejabat kementerian dan lembaga strategis turut hadir sebagai narasumber, mulai dari Ditjen Dikti hingga Kementerian Komunikasi dan Digital.

Melalui Rakerwil ini, LLDikti VIII berharap lahir rekomendasi strategis yang mampu mempercepat transformasi perguruan tinggi swasta menuju pendidikan tinggi yang unggul, berdampak, dan berintegritas di era persaingan global. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR