Singaraja, Baliwakenews.com
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buleleng mulai melakukan penataan besar-besaran untuk meningkatkan layanan kesehatan masyarakat Bali Utara. Fokus utama pembenahan diarahkan pada revitalisasi gedung lama, penambahan ruang operasi, hingga digitalisasi layanan medis guna mengatasi lonjakan pasien rujukan yang terus meningkat.
Direktur RSUD Buleleng, Ketut Suteja Wibawa, beberapa waktu lalu mengatakan kapasitas layanan bedah saat ini sudah tidak sebanding dengan tingginya kebutuhan pasien dari berbagai wilayah di Bali Utara.
“Jumlah tindakan bedah sangat tinggi, sementara ruang operasi masih terbatas. Ini yang sedang kami benahi agar pelayanan tidak terhambat,” ujarnya saat menjadi narasumber interaktif bertema penataan RSUD untuk peningkatan cakupan layanan kesehatan Bali Utara.
Menurutnya, sebagian besar bangunan RSUD Buleleng merupakan gedung lama yang kini membutuhkan revitalisasi agar pelayanan menjadi lebih modern, cepat, dan nyaman bagi masyarakat.
Tak hanya fokus pada infrastruktur, RSUD Buleleng juga tengah memperkuat posisinya sebagai rumah sakit pendidikan utama Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Status tersebut membuat rumah sakit ini menjadi pusat layanan kesehatan sekaligus tempat pendidikan calon tenaga medis di Bali Utara.
Karena itu, penguatan sumber daya manusia dan peningkatan kualitas pelayanan menjadi prioritas utama rumah sakit.
“Pelayanan kesehatan harus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat. SDM, fasilitas, dan sistem pelayanan semuanya harus ditingkatkan,” tegas dr. Suteja.
Saat ini RSUD Buleleng telah memiliki 23 poliklinik serta sejumlah layanan unggulan, termasuk pemasangan ring jantung (Cath Lab) yang menjadi salah satu layanan rujukan penting di Bali Utara.
Untuk mempercepat pelayanan, rumah sakit juga mulai menerapkan digitalisasi rekam medis terintegrasi. Sistem ini memungkinkan data pasien rawat jalan maupun rawat inap lebih mudah diakses dan dipantau tenaga medis.
Selain itu, pembenahan juga dilakukan pada sektor pelayanan langsung kepada masyarakat, terutama di Unit Gawat Darurat (UGD) dan layanan front office. Seluruh petugas kini mendapat pelatihan komunikasi efektif guna mengurangi keluhan pasien terkait pelayanan rumah sakit.
“Kami ingin pelayanan lebih humanis, cepat, dan responsif. Kadang masalah muncul hanya karena komunikasi yang kurang baik,” katanya.
Ke depan, RSUD Buleleng juga merancang konsep integrasi gedung layanan untuk mempercepat alur pasien sekaligus memaksimalkan pemanfaatan tenaga kesehatan dan fasilitas rumah sakit.
Langkah revitalisasi ini diharapkan mampu memperkuat posisi RSUD Buleleng sebagai rumah sakit rujukan utama yang lebih representatif bagi masyarakat Bali Utara. BWN-03

































