Mangupura, baliwakenews.com
Di tengah kondisi abras Pantai Kuta, proyek pengamanan pantai yang dikerjakan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida mulai menunjukkan perkembangan. Lima unit breakwater atau pemecah gelombang di sepanjang Pantai Kuta telah rampung dibangun pada akhir April 2026.
Pejabat Pembuat Komitmen Sungai dan Pantai I BWS Bali-Penida, Bambang Kardono, menjelaskan bahwa saat ini proyek memasuki tahap lanjutan berupa pengisian pasir untuk memulihkan garis pantai yang rusak akibat abrasi. “Pekerjaan breakwater sudah selesai. Saat ini tahapannya dilanjutkan dengan pengisian pasir,” ujarnya.
Lima struktur pemecah gelombang tersebut dibangun berurutan di sepanjang pesisir Pantai Kuta untuk meredam energi ombak yang selama ini mempercepat pengikisan pantai. Keberadaan breakwater diharapkan mampu membantu pembentukan kembali hamparan pasir yang hilang.
Namun, proses pengisian pasir belum berjalan maksimal. BWS Bali-Penida masih melakukan evaluasi akibat kendala teknis pada kapal operasional yang digunakan untuk distribusi material pasir.
“Pekerjaan sudah mulai dilakukan, tetapi terdapat kendala teknis pada sarana operasional, sehingga saat ini masih dilakukan evaluasi dan penanganan lebih lanjut,” jelas Bambang.
Menurutnya, berbagai alternatif sedang disiapkan agar proses pengisian pasir bisa dipercepat mengingat kondisi abrasi di Pantai Kuta semakin mengkhawatirkan. Salah satu opsi yang dibahas yakni penggunaan sarana tambahan untuk mendukung distribusi material pasir.
“Kami masih melakukan evaluasi metode dan menyiapkan alternatif pelaksanaan agar pekerjaan dapat berjalan lebih efektif,” katanya.
Meski pengisian pasir belum optimal, dampak awal pembangunan breakwater mulai terlihat. Di sekitar breakwater pertama dan kedua mulai tampak terbentuk hamparan pasir baru di sekitar struktur pemecah gelombang tersebut.
BWS Bali-Penida menargetkan seluruh rangkaian proyek penanganan abrasi Pantai Kuta, termasuk pengisian pasir, dapat rampung pada November 2026. Saat ini pembahasan percepatan pekerjaan terus dilakukan bersama konsultan supervisi dan pihak terkait agar target penyelesaian tidak molor.
“Pembahasan masih terus dilakukan, termasuk terkait metode percepatan pelaksanaan. Harapannya pekerjaan dapat berjalan sesuai target,” bebernya. BWN-04

































