Mangupura, baliwakenews.com
Kawasan Sawangan, Kuta Selatan, kini menghadapi persoalan serius menyusul maraknya aksi pembuangan sampah liar di sepanjang Jalan Raya Nusa Dua Selatan. Ironisnya, ruas jalan yang tercemar tersebut merupakan jalur utama menuju kawasan perhotelan premium dan destinasi wisata elite di wilayah selatan Badung.
Sejumlah titik di sepanjang jalur pariwisata itu tampak dipenuhi tumpukan sampah yang diduga sengaja dibuang oleh oknum tidak bertanggung jawab, terutama pada waktu dini hari.
Kepala Lingkungan Sawangan, I Wayan Jabut, mengungkapkan bahwa wilayahnya kini diduga menjadi lokasi pelarian pembuangan sampah ilegal setelah sejumlah daerah lain mulai memperketat pengawasan.
“Kita yang sekarang jadi sasaran. Titik terparah itu ada pada ruas jalan setelah Kempinski menuju arah Pandawa. Di sana, kanan dan kiri jalan seakan-akan dimanfaatkan untuk pembuangan sampah. Perkiraan kami, itu dilakukan pada dini hari,” ujarnya, Kamis (14/5/2026).
Menurutnya, jika dikumpulkan secara keseluruhan, volume sampah liar di kawasan tersebut diperkirakan mencapai satu dump truk. Pihak lingkungan pun berencana segera melakukan identifikasi untuk mengetahui sumber sampah, termasuk menelusuri kemungkinan apakah berasal dari kegiatan event, hotel, maupun rumah tangga. “Kita akan segera lakukan identifikasi,” katanya.
Persoalan ini menjadi perhatian serius karena masyarakat Sawangan selama ini rutin melakukan kegiatan bersih-bersih lingkungan secara swadaya. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari petugas kebersihan, buruh proyek, hingga karyawan akomodasi wisata di sekitar kawasan.
Meski rutin dibersihkan, aksi pembuangan sampah liar terus berulang dan dinilai mulai meresahkan warga. Sebagai langkah antisipasi, pengawasan di kawasan Sawangan rencananya akan diperketat. Bahkan, warga yang berhasil memergoki dan membantu mengamankan pelaku pembuangan sampah liar akan diberikan penghargaan atau reward sebagai bentuk apresiasi keterlibatan masyarakat.
“Jadi jangan sampai kita seolah-olah diperbudak oleh oknum-oknum nakal ini. Mereka nyaman membuang sampah sembarangan, sementara kita setiap minggu mengerahkan semua elemen, baik buruh proyek hingga karyawan hotel, untuk melakukan bersih-bersih di sepanjang jalan,” tegasnya.
Pengetatan pengawasan dinilai penting agar praktik pembuangan sampah sembarangan tidak terus dianggap hal biasa. Selain mengganggu kebersihan lingkungan, keberadaan sampah liar juga dikhawatirkan merusak citra kawasan wisata premium di Nusa Dua Selatan. BWN-04

































