Mangupura, baliwakenews.com
Puluhan perempuan mengenakan kebaya warna-warni turun langsung ke laut dalam kegiatan Kartini Go Surf di Pantai Kuta. Kegiatan ini menjadi cara unik merayakan semangat emansipasi dengan memadukan tradisi dan olahraga selancar.
Di tengah aktivitas wisatawan, para peserta tampak bergantian menaiki papan selancar. Kebaya yang identik dengan busana formal tampil berbeda, basah oleh air laut dan bergerak mengikuti ombak.
Penggagas kegiatan, Bagus Made Irawan atau yang akrab disapa Piping, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar olahraga, tetapi ruang ekspresi perempuan.
“Ini bukan hanya soal surfing. Ini tentang bagaimana kita melihat perempuan dan budaya kita sendiri,” ujarnya.
Lebih dari 20 perempuan ambil bagian, termasuk remaja putri tuna rungu. Mereka tetap mampu berkomunikasi melalui isyarat dan menunjukkan keberanian saat mencoba menaklukkan ombak.
Ketua Yayasan Corti Bali, I Gusti Agung Ayu Mirah Maheswari, menegaskan kegiatan ini membuka ruang setara bagi semua perempuan.
“Di sini semua punya kesempatan yang sama. Tidak ada batas, tidak ada label,” katanya.
Selama kegiatan berlangsung, suasana pantai dipenuhi sorak dukungan dan tawa peserta, terutama bagi mereka yang baru pertama kali mencoba berselancar. Wisatawan yang berada di lokasi pun tampak antusias mengabadikan momen tersebut.
Kartini Go Surf menjadi simbol bahwa kebaya tidak hanya hadir di ruang formal, tetapi juga bisa bergerak dinamis mengikuti zaman. Lebih dari itu, kegiatan ini menegaskan bahwa perempuan memiliki ruang luas untuk mengekspresikan diri, bahkan di tengah ombak sekalipun. BWN-04

































