Mangupura, baliwakenews.com
Arus urbanisasi pasca Idulfitri kembali menjadi perhatian serius di Kecamatan Kuta Selatan. Pemerintah setempat kini memperketat pendataan dan pengawasan penduduk pendatang (duktang) guna menjaga stabilitas kawasan pariwisata yang terus berkembang pesat.
Camat Kuta Selatan, I Ketut Gede Arta, menegaskan bahwa lonjakan pendatang setiap usai Lebaran merupakan fenomena rutin yang harus diantisipasi dengan langkah terukur. Terlebih, Kuta Selatan dikenal sebagai wilayah terbuka dengan peluang kerja yang besar di sektor pariwisata dan jasa.
“Setiap tahun pasti ada peningkatan. Karena itu kami fokus pada pendataan dan pengendalian agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).
Langkah yang ditempuh tidak hanya sebatas pengawasan, tetapi juga pemetaan menyeluruh terhadap penduduk nonpermanen. Melalui data yang akurat, pemerintah dapat mengetahui identitas, pekerjaan, hingga lokasi tempat tinggal para pendatang.
“Ini penting untuk memastikan semua tertib administrasi dan tidak mengganggu ketertiban umum,” tegasnya.
Pengawasan difokuskan pada kawasan dengan pertumbuhan pesat seperti Ungasan, Kutuh, dan Pecatu. Ketiga wilayah ini dinilai menjadi kantong utama pendatang seiring maraknya pembangunan vila, hotel, dan usaha pariwisata lainnya.
Meski demikian, wilayah lain seperti Jimbaran dan Tanjung Benoa tetap dalam pemantauan karena tingginya aktivitas wisata.
Untuk memperkuat pengawasan di lapangan, kecamatan menggandeng tim gabungan yang terdiri dari TNI/Polri, Satpol PP, perangkat desa, hingga pecalang. Tim ini akan rutin melakukan patroli dan sidak ke kantong-kantong hunian pendatang.
Danru Pol PP Kuta Selatan, I Wayan Suharyana, menyatakan bahwa pemetaan menjadi kunci dalam pengendalian duktang. Dengan data yang jelas, potensi gangguan keamanan maupun persoalan sosial dapat dicegah lebih dini.
“Kalau sudah terpetakan, pengawasan lebih mudah dan langkah antisipasi bisa cepat dilakukan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagai kawasan pariwisata bertaraf internasional, Kuta Selatan dituntut untuk tetap menjaga keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat maupun wisatawan. “Ini soal citra daerah. Keamanan dan ketertiban harus tetap terjaga,” tandasnya. BWN-04

































