Tabanan, baliwakenews.com
Ogoh-Ogoh Adhikara Grahana yang digarap ST Dharma Bhakti, Banjar Tampak Karang, Desa Apuan, Kecamatan Baturiti keluar sebagai juara pertama dalam Lomba Ogoh-Ogoh Singasana III. Dalam penilaian, ketiga juri memberikan nilai 265.
Sementara juara kedua diraih ST Tri Wikrama, Banjar Kamasan, Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan. Ogoh-ogoh berjudul Ngerejeg Bhoma Palatra tersebut mendapat nilai 261,8 dari juri.
Kemudian juara ketiga didapat STT Permata, Banjar Tanah Bang, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri dengan ogoh-ogoh berjudul Kunti Seraya. Dalam penilaian, juri memberikan nilai sebanyak 259,7.
Salah satu juri, I Gede Arum Gunawan menjelaskan proses penilaian di tingkat kabupaten saat ini menitik beratkan pada aspek detail anatomi, detail aksesoris, serta harmonisasi warna.
“Saat penilaian di tingkat kecamatan semua ogoh-ogoh ini kan ditaruh di bale banjar, sehingga pencahayaan berbeda ketika dinilai outdoor. Disitulah detail-detail ogoh-ogoh akan terlihat lebih jelas, terutama harmonisasi warna dan anatominya,” ujar Arum Gunawan selepas penjurian, Sabtu 14 Maret 2026 di Taman Bung Karno, Tabanan.
Selain tiga aspek tersebut, juri juga memberikan penilaian dari segi ke-atraktifan. Artinya, karya yang dibuat bisa disaksikan dari berbagai sudut atau angle. Selain itu, masukan juri pada proses penjurian kecamatan yang sudah dievaluasi oleh peserta juga menjadi nilai tambahan lainnya.
Menurut Arum Gunawan, dalam lomba tahun ini seluruh STT melahirkan karya-karya yang bagus dengan konsep ide yang unik. Namun ia berharap ke depan, para STT membuat karya yang memang jarang atau tidak pernah dibuat oleh STT lain sehingga originalitas karya bisa terlihat.
“Inilah pentingnya literasi dengan membaca sastra serta kajian agama supaya terlihat unsur Bhuta yang harus di somya menjadi jelas,” pungkasnya. BWN-06
































