Gianyar, Baliwakenews.com
Universitas Warmadewa melalui tim dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Celuk, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Program ini secara khusus menyasar kelompok remaja dengan fokus pada edukasi pemanfaatan media sosial yang sehat serta peningkatan kesadaran kesehatan dan ekonomi sejak dini.
Kegiatan yang berlangsung di Desa Celuk tersebut dibuka langsung oleh Perbekel Desa Celuk, I Nyoman Rupadana. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pendampingan terhadap remaja di tengah derasnya arus digitalisasi yang kini tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.
“Antusiasme anak-anak sangat tinggi. Mereka aktif ingin mencoba selama kegiatan,” ujar I Nyoman Rupadana yang mengikuti seluruh rangkaian acara.
Soroti Dampak Medsos pada Mental dan Pola Konsumsi
Dalam pemaparannya, tim dosen FKIK Unwar yang terdiri dari dr. Putu Ayunda Trisnia, Sp.A, dr. Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini, M.Si., dan dr. Ni Putu Diah Witari, M.Sc., menyoroti tingginya intensitas penggunaan media sosial di kalangan remaja Bali yang berpotensi memicu gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan, rendah diri, hingga tekanan sosial akibat perbandingan gaya hidup.
Tak hanya itu, perilaku konsumtif akibat tren belanja online impulsif juga menjadi perhatian. Remaja dibekali pemahaman tentang cara bijak menggunakan media sosial, termasuk memilah konten, membatasi waktu layar (screen time), serta menghindari jebakan promosi dan gaya hidup berlebihan.
“Edukasi ini kami harapkan mampu membentuk generasi muda yang tidak hanya cakap digital, tetapi juga memiliki ketahanan mental dan kesadaran ekonomi yang baik, ” ucap Ayunda Trisnia.
Praktik Langsung Pemeriksaan Kesehatan
Tidak berhenti pada teori, kegiatan PKM juga diisi dengan praktik pemeriksaan kesehatan dasar. “Para remaja kami ajarkan melakukan pengukuran antropometri, pemeriksaan tekanan darah, denyut nadi, serta suhu tubuh,” ungkap Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini.
Tim dosen memberikan kesempatan kepada beberapa peserta untuk mempraktikkan secara mandiri penggunaan alat kesehatan tersebut. Dari total 10 remaja dan satu kader yang mengikuti kegiatan, sebagian besar diketahui tidak tergabung dalam dokter kecil maupun Palang Merah Remaja (PMR) di sekolahnya.
Melalui pelatihan ini, remaja didorong untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatan diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Hibah Alat Kesehatan dan Harapan Keberlanjutan
Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, tim FKIK Unwar menyerahkan hibah alat pemeriksaan kesehatan kepada kelompok remaja Desa Celuk. “Kami harapkan bantuan ini menjadi pemicu lahirnya kader-kader kesehatan muda di tingkat desa, ” ujar Putu Diah Witari.
Perbekel Desa Celuk mengapresiasi bentuk pengabdian yang dinilai mendorong keaktifan remaja, tidak hanya di bidang kesehatan, tetapi juga dalam membangun kesadaran ekonomi yang lebih rasional.
Ia berharap kerja sama serupa dapat terus berlanjut dengan cakupan peserta yang lebih luas sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak remaja di Desa Celuk dan sekitarnya. BWN-03


































