Gianyar, baliwakenews.com
Bali United terancam sanksi denda ratusan juta dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI imbas laga melawan Persija Jakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (15 Februari 2026 malam. Hal itu disebabkan karena suporter Bali United menyalakan flare, kembang api, dan petasan menjelang babak kedua berakhir.
Selain ketiga benda itu, denda lainnya turut mengintai dimana suporter di tribun timur melemparkan botol minuman ke arah lapangan. Walhasil, Bali United terancam dengan denda ratusan juta oleh Komite Disiplin PSSI.
Disinggung mengenai insiden tersebut, pelatih Bali United angkat bicara. Ia mengatakan jika maksud suporter itu untuk merayakan ulang tahun klub, sebaiknya dilakukan setelah pertandingan berakhir.
“Jika maksudnya untuk merayakan ulang tahun klub, saya rasa waktunya kurang tepat saat pertandingan berlangsung. Seharusnya dilakukan setelah laga berakhir,” ungkap Johnny Jansen saat dikonfirmasi, Senin 16 Februari 2026.
Diketahui, Bali United merayakan hari jadinya yang ke-11 tepat di tanggal 15 Februari. Sayangnya, di hari spesial itu Ricky Fajrin dkk takluk dengan skor 0-1 oleh tamunya.
Insiden di penghujung waktu normal itupun membuat laga berhenti cukup lama. Namun Johnny Jansen menyoroti soal penambahan waktu serta keputusan wasit yang menyudahi laga sebelum 12 menit itu berakhir.
“Tambahan waktunya 12 menit tapi saya rasa permainan sudah dihentikan kurang dari itu,” pungkasnya. BWN-06


































