Mangupura, baliwakenews.com
Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) BPD Bali kian memantapkan perannya sebagai penggerak transformasi UMKM menuju skala korporasi dan pasar global. Melalui Seminar Nasional Transformasi UMKM Menuju Skala Korporasi melalui Venture Capital dan Private Equity yang digelar Sabtu (7/2/2026) malam di Tuban, Badung, HIPMI Bali menegaskan komitmennya membangun ekosistem pembiayaan dan tata kelola bisnis modern bagi pengusaha daerah.
Ketua Umum BPD HIPMI Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih, menegaskan bahwa tantangan utama UMKM Bali saat ini bukan lagi pada penciptaan usaha baru, melainkan akselerasi UMKM yang telah bertahan agar mampu naik kelas. “Kalau UMKM hanya terus ditambah jumlahnya tanpa didorong naik kelas, mereka akan saling mematikan. Fokus HIPMI Bali adalah mendorong UMKM yang sudah established agar naik dari menengah menjadi besar,” tegasnya.
Sebagai organisasi pengusaha, HIPMI Bali secara aktif memperkenalkan skema pembiayaan alternatif seperti venture capital dan private equity. Langkah ini dinilai krusial untuk menjembatani UMKM Bali agar tidak selamanya bergantung pada kredit perbankan konvensional. HIPMI Bali bahkan menargetkan ke depan anggotanya mampu melantai di Bursa Efek Indonesia melalui skema initial public offering (IPO).
Dalam forum tersebut, mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno, hadir sebagai pembicara kunci sekaligus memberikan apresiasi atas langkah strategis HIPMI Bali. Menurutnya, inisiatif HIPMI Bali sejalan dengan kebutuhan nasional untuk mendorong UMKM melakukan scale up. “HIPMI Bali sudah berada di jalur yang tepat. Concern-nya jelas, bagaimana UMKM naik kelas dan masuk ke ekosistem pembiayaan yang lebih besar,” ujar Sandiaga.
Sandiaga yang juga mantan Ketua Umum HIPMI menilai Bali memiliki potensi besar melahirkan perusahaan nasional hingga global jika didukung tata kelola bisnis yang baik, jejaring investor, dan keberanian untuk bertransformasi. Namun, ia menekankan bahwa peran organisasi seperti HIPMI sangat menentukan dalam mengorkestrasi proses tersebut.
Selain penguatan pembiayaan, HIPMI Bali juga telah mengembangkan platform pendanaan digital rame-rame.co.id serta membangun kemitraan strategis untuk memperkuat ekosistem UMKM. Dalam kesempatan itu, HIPMI Bali menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan JNE dan Jamkrida Bali, yang mencakup dukungan logistik dan penjaminan pembiayaan bagi UMKM yang belum bankable.
Saat ini, HIPMI Bali tercatat memiliki 819 anggota, meningkat signifikan dari sekitar 700 anggota di awal kepemimpinan Agung Bagus Pratiksa Linggih. Sepanjang 2025, sebanyak 119 anggota baru direkrut, yang mayoritas merupakan pelaku UMKM. Peningkatan ini menunjukkan besarnya kepercayaan pengusaha muda terhadap peran HIPMI Bali sebagai wadah akselerasi bisnis.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali, Tri Arya Dhyana Kubontubuh, turut mengapresiasi peran aktif HIPMI Bali dalam mendorong penguatan UMKM. Ia menyebut UMKM menyumbang sekitar 60–61 persen pertumbuhan ekonomi Bali dan menyerap sekitar 87 persen tenaga kerja. “Penguatan UMKM tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Perlu kolaborasi dengan organisasi pengusaha seperti HIPMI agar UMKM Bali benar-benar naik kelas,” ujarnya.
Dengan ekosistem yang terus dibangun HIPMI Bali mulai dari pembiayaan alternatif, jejaring investor, hingga penguatan tata kelola, UMKM Bali diharapkan mampu bertransformasi dari usaha kecil dan menengah menjadi perusahaan berskala nasional bahkan global. BWN-04


































