Denpasar, Baliwakenews.com
Di tengah derasnya arus informasi, media dituntut tidak hanya cepat, tetapi juga akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Data dan statistik resmi menjadi fondasi penting dalam menghadirkan pemberitaan yang kredibel dan berimbang bagi masyarakat.
Hal tersebut mengemuka dalam Journalism Short Course bertajuk “Meningkatkan Kualitas Jurnalisme Berbasis Statistik” yang diselenggarakan oleh LSPR Institute of Communication and Business Bali, Jumat (30/1/2026), di Kampus LSPR Bali, Denpasar.
Kegiatan ini menghadirkan Statistisi Muda BPS Provinsi Bali, I Gede Heprin Prayasta, SST., M.Si, sebagai narasumber dan diikuti oleh jurnalis serta kontributor media. Pelatihan yang digelar secara gratis dengan kuota terbatas ini bertujuan meningkatkan pemahaman jurnalis dalam membaca, menginterpretasikan, dan menyajikan data statistik secara tepat.
Dalam pemaparannya, Heprin menekankan bahwa data tidak cukup hanya disajikan dalam bentuk angka. Diperlukan konteks dan narasi yang tepat agar informasi dapat dipahami dan relevan bagi publik.
“Data berbicara, angka mengudara. Namun publik tidak cukup hanya melihat angka. Dibutuhkan konteks agar data menjadi cerita yang menarik dan dibaca hingga akhir,” ujarnya.
Ia mencontohkan, penyajian data seperti satu dari sepuluh penduduk Bali adalah lajang akan lebih bermakna bila dikaitkan dengan fenomena sosial dan disampaikan dengan timing serta sudut pandang yang tepat.
Executive Director LSPR Bali, Ms. Gesille Sedra Buot, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen LSPR Bali dalam memperkuat hubungan dengan media sekaligus memperkenalkan pendekatan baru dalam jurnalisme berbasis data.
“Kami ingin membuka pengetahuan baru tentang pentingnya data dan melanjutkan komitmen kami dalam membangun hubungan yang baik dengan media,” ungkapnya.
Senada dengan itu, PR Manager LSPR Bali, A A Istri Putri Dwi Jayanti, menyampaikan bahwa pemberitaan yang berkualitas harus berangkat dari data yang valid dan terverifikasi.
“Kami percaya pemberitaan yang kuat dan akurat dimulai dari data yang benar. Kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk mendukung jurnalisme yang lebih profesional di Bali,” katanya.
Melalui pelatihan ini, LSPR Bali berharap para jurnalis semakin cermat dalam memanfaatkan data statistik, mampu menghindari salah tafsir informasi, serta menyajikan pemberitaan yang lebih mendalam dan objektif. Dengan demikian, media dapat terus berperan sebagai sumber informasi tepercaya sekaligus sarana edukasi publik berbasis fakta. BWN-03


































