Mangupura, baliwakenews.com
Malam pergantian tahun di Kuta dan Legian tak lagi identik dengan deru mesin dan kemacetan panjang. Pada 31 Desember 2025, kawasan jantung pariwisata Bali ini akan “dipelankan” lewat penerapan Car Free Night, menjadikannya ruang terbuka bagi pejalan kaki hingga dini hari.
Kebijakan ini diterapkan Polsek Kuta bersama Polresta Denpasar sebagai upaya mengendalikan lonjakan massa, menjaga keamanan, serta memberi pengalaman malam tahun baru yang lebih tertib dan nyaman. Rekayasa dan pengalihan arus lalu lintas diberlakukan mulai pukul 14.00 Wita hingga 01.00 Wita dan bersifat situasional menyesuaikan kondisi lapangan.
Alih-alih kendaraan, koridor Pantai Kuta hingga Legian akan diprioritaskan bagi aktivitas berjalan kaki. Pengunjung diarahkan memarkir kendaraan di kantong-kantong parkir resmi, lalu menikmati suasana malam tahun baru dengan berjalan kaki menuju titik-titik keramaian.
Pengaturan lalu lintas dibagi dalam dua zona utama, yakni wilayah selatan dan utara. Zona selatan mencakup Simpang Pasar Seni Kuta, Bemo Corner, Simpang Singosari, dan Simpang Raya Kuta. Sementara zona utara meliputi Simpang Sidoi, Simpang Legian–Patimura, Mataram–Patimura, hingga Patih Jelantik–Dewi Sri.
Sejumlah akses menuju Pantai Kuta ditutup seperti pola pengamanan tahun-tahun sebelumnya. Untuk mencegah penumpukan kendaraan, aparat menyiapkan berbagai kantong parkir, antara lain Lapangan Tri Sakti Legian, Central Parkir Raya Kuta, Beachwalk, Mall Bali Galeria, Centro Mall, Waterboom/Kuta Center, serta Setra Desa Adat Kuta dengan kapasitas ratusan kendaraan roda dua dan roda empat.
Seijin Kapolresta Denpasar, Kapolsek Kuta Kompol Agus Riwayanto Diputra, S.I.K., M.H., menyebutkan bahwa rekayasa lalu lintas bukan semata pembatasan, melainkan strategi agar perayaan tetap aman dan terkendali.
“Lonjakan kunjungan pasti terjadi. Karena itu kami mengimbau masyarakat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, terutama roda empat, dan memanfaatkan kantong parkir yang tersedia,” ujarnya, Senin (29/12/2025).
Sejumlah simpang strategis akan ditutup atau dialihkan, di antaranya akses menuju Pantai Kuta, Ground Zero, hingga Jalan Legian. Arus kendaraan dialihkan ke jalur-jalur alternatif seperti Jalan Dewi Sri, Jalan Raya Kuta, Jalan Setiabudi, Jalan Tresna, Jalan Majapahit, dan Jalan Mataram, dengan pengawalan petugas di lapangan.
Tak hanya di pusat Kuta–Legian, pengaturan lalu lintas juga diperluas hingga wilayah Tuban, khususnya jalur keluar-masuk Bandara I Gusti Ngurah Rai, untuk mengantisipasi kemacetan akibat arus wisatawan dan penjemputan.
Dalam konteks perayaan, aparat juga mengingatkan masyarakat agar menyambut tahun baru dengan bijak. Masyarakat diimbau tidak mengonsumsi minuman keras di ruang publik dan tidak merayakan secara berlebihan sebagai bentuk empati terhadap warga di sejumlah daerah, seperti Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara, yang tengah terdampak bencana.
Selama Car Free Night, masyarakat diarahkan menikmati malam pergantian tahun dengan berjalan kaki di sepanjang Pasar Seni Kuta hingga Legian. Sosialisasi pengaturan lalu lintas telah dilakukan bersama Satlantas Polresta Denpasar dan Polda Bali agar informasi tersampaikan secara luas.
Dengan konsep ini, malam tahun baru di Kuta–Legian diharapkan menjadi lebih ramah, tertib, dan aman,.bukan sekadar perayaan, tetapi juga ruang bersama yang nyaman bagi semua. BWN-04

































