Normalisasi Sungai Hingga Pompa Raksasa, Strategi Badung Hadapi Banjir Samigita

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com

Pemerintah Kabupaten Badung menegaskan komitmen kuatnya dalam menangani persoalan banjir yang kerap melanda kawasan strategis pariwisata Seminyak, Legian, dan Kuta (Samigita). Tak hanya merespons kondisi darurat, Pemkab Badung menyiapkan langkah jangka panjang dengan mengalokasikan anggaran ratusan miliar rupiah guna mencegah banjir berulang di jantung pariwisata Bali tersebut.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan bahwa penanganan banjir menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah, mengingat kawasan Samigita merupakan etalase pariwisata Bali yang menopang perekonomian daerah.

“Pemkab Badung tidak hanya hadir saat banjir terjadi, tetapi juga menyiapkan solusi permanen agar persoalan ini tidak terus berulang. Infrastruktur kami siapkan, tetapi kesadaran masyarakat juga harus berjalan beriringan,” tegas Adi Arnawa.

Baca Juga:  Suyadinata Paparkan Program 1 Miliar Per Banjar Secara Rinci

Sebagai langkah konkret, Pemkab Badung telah melaksanakan normalisasi Sungai Tukad Mati bekerja sama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida. Normalisasi tersebut bertujuan meningkatkan daya tampung sungai terhadap debit air hujan yang meningkat saat cuaca ekstrem.

Komitmen tersebut akan diperkuat pada tahun 2026 dengan penganggaran sekitar Rp260 miliar untuk program penataan sungai secara menyeluruh. Program ini mencakup pembebasan lahan seluas kurang lebih 1,5 are guna mengatasi penyempitan alur sungai di sekitar kawasan Sentral Parkir Kuta, yang selama ini menjadi salah satu titik rawan genangan.

Selain sungai, Pemkab Badung juga menyiapkan penataan sistem drainase kawasan perkotaan. Plt Kepala Dinas PUPR Badung, AA Rama Putra, menjelaskan bahwa perbaikan drainase akan dilakukan dari kawasan Basangkasa hingga Sunset Road menuju Jalan Raya Kuta.

Baca Juga:  Sekda Adi Arnawa Buka Darmasaba Village Festival II Tahun 2024

“Air hujan nantinya akan dialirkan ke anak sungai di selatan Sentral Parkir Kuta. Ini berdasarkan evaluasi kami, karena saat Dewi Sri dan Sunset Road banjir, drainase di Jalan Raya Kuta justru masih kering,” jelasnya, Senin (15/12).

Pemkab Badung juga akan memasang box culvert di kawasan Jalan Dewi Sri IV dan Campuhan sebagai jalur penghubung menuju pompa Dewi Sri. Langkah tersebut diperkuat dengan rencana pemasangan pompa berkapasitas 30.000 liter per detik di muara Sungai Tukad Mati guna mempercepat pembuangan air hujan ke Teluk Benoa.

Seluruh langkah ini telah dikonsultasikan dan mendapat dukungan penuh dari BWS Bali Penida, memastikan penanganan banjir dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan. Meski infrastruktur menjadi fokus utama, Bupati Adi Arnawa menekankan bahwa keberhasilan penanganan banjir tidak akan optimal tanpa peran serta masyarakat.

Baca Juga:  Pengurus Paiketan Krama Bali 2025-2030 Jalani Upacara Mejaya-jaya, Ida Rsi Wisesanatha Minta Kuatkan Komitmen Ngayah untuk Bali

“Menjaga kebersihan lingkungan, terutama tidak membuang sampah ke sungai, adalah bagian penting dari solusi. Ini bukan hanya soal banjir, tapi juga citra pariwisata Badung,” pungkasnya.

Dengan langkah sistematis dan dukungan anggaran besar, Pemkab Badung menargetkan kawasan Samigita terbebas dari persoalan banjir yang berulang, sekaligus memastikan kenyamanan wisatawan dan keberlanjutan pariwisata Bali. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR