Muswil DEKOPINWIL Bali, Nyoman Suwirta Terpilih Secara Aklamasi Nahkodai DEKOPINWIL Bali

Iklan Home Page

Denpasar, baliwakenews.com

Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (DEKOPINWIL) Provinsi Bali menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) 2025, Sabtu 13 Desember 2025, di Wiswa Sabha kantor Gubernur Bali. Dalam Muswil, Nyoman Suwirta terpilih secara aklamasi menggantikan Wayan Murja untuk memimpin DEKOPINWIL Bali periode 2026-2030.

Nyoman Suwirta yang saat ini menjabat Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali tersebut menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

“Saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman gerakan koperasi di provinsi dan DEKOPINDA se- Provinsi Bali karena pada hari ini saya dipilih secara aklamasi untuk menjadi ketua DEKOPINWIL Provinsi Bali. Langkah awal tentunya saya akan menyusun program kerja dulu, karena DEKOPINWIL ini bukan melaksanakan usaha, tapi memberikan spirit memberikan semangat kepada gerakan koperasi, kemudian membawa dan menyerap aspirasi daripada gerakan koperasi kepada pemerintah tentunya nanti ini tidak hanya di provinsi saja tetapi saya akan turun akan ada musda di kabupaten/ kota sehingga nanti saya berharap DEKOPIN kabupaten/kota ini bisa bersinergi dengan pemerintah Kabupaten/kota sehingga nanti sektor-sektor penting itu bisa digarap oleh koperasi,” ucap Suwirta.

Dikatakan DEKOPINWIL mempunyai tugas yang sangat strategis terutama pengembangan atau pengelolaan koperasi se-Bali apalagi sekarang dengan adanya Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih. “Dalam penyusunan program-program gerakan koperasi, mungkin selama ini kurang mendapatkan perhatian. Kami berharap ke depan gerakan koperasi ini mendapatkan posisi dan perhatian lebih serius dari pemerintah untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan, karena gerakan koperasi ini ekonomi kerakyatan ini semua sektor yang ada di desa-desa bisa digerakkan oleh koperasi tentu menjadi aset masyarakat. Tapi penguatan daripada koperasi ini harus dilakukan sehingga kita bisa menjadi tuan di rumah sendiri jadi sekali lagi saya tekankan agar ke depan koperasi bisa menjadi tuan di rumah sendiri,” tandasnya.

Baca Juga:  Dukung Kebijakan Gubernur Koster, HOCA Siap Digitalisasi Aset Budaya dan Kampanye Atasi Sampah di Bali

Hadir pada kesempatan tersbeut Ketua DEKOPIN Pusat, Bambang Haryadi mengharapkan Muswil DEKOPINWIL Bali bisa menghasilkan kepemimpinan yang lebih agresif, lebih masif untuk menggerakkan perkoperasian di Orovinsi Bali. “Kami melihat Bali adalah salah satu provinsi yang koperasinya masih banyak yang aktif dan kita bersyukur pada Muswil ini didukung dan disupport oleh Pemerintah Provinsi Bali,” ujar Bambang.

Dikatakan tugas dari pengurus yang terpilih adalah melakukan konsolidasi DEKOPINDA seluruh Bali, karena setelah Muswil ada beberapa DEKOPINDA yang harus melaksanakan Musda (musyawarah daerah).

Sementara Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, menyampaikan komitmen kementerian koperasi dalam membangkitkan kembali gerakan koperasi sebagai soko guru perekonomian. Yang mana Presiden Prabowo juga memiliki semangat yang luar biasa untuk membangkitkan kembali koperasi di Indonesia.

Baca Juga:  May Day Bali Berubah Total: Tanpa Demo, 1.200 Pekerja Rayakan dengan Pasar Murah hingga Hiburan

Dikatakan Bali salah satu wilayah yang dengan kekuatan pertahanan adat istiadatnya mampu mempertahankan nilai-nilai ketimurannya yaitu nilai-nilai kegotongroyongannya, atas dasar hal tersebut maka Bali juga mampu untuk menjaga nilai-nilai tersebut tidak hanya di adat istiadatnya, tidak hanya dinilai kemasyarakatnya tapi juga berdampak ke ekonominya.

“Bali termasuk salah satu wilayah yang memiliki ekosistem koperasi yang paling hidup di Indonesia, saya kira itu karena warga Bali bisa dan mampu mempertahankan nilai-nilai kegotongroyongan dan kebersamaannya sehingga di sektor ekonominya juga sangat mengadopsi atau menghidupkan koperasi, karena sejatinya nilainya sama,” ucap Wamen.

Lebih lanjut disampaikan, saat ini terdapat 3.800 koperasi aktif yang terus bergerak melayani anggota di berbagai sektor, itu khusus di Bali. Di beberapa desa dan kelurahan di Bali sudah trebentuk Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP). “Di Bali Koperasi cukup bisa tumbuh dan berkembang, dari jumlah 3800 tersebut Bali mampu mencatat volume usaha koperasi mencapai kurang lebih Ro 18 triliun. Saya kira Rp18 triliun bukan angka yang kecil dan kalau ini yang mengembangkan atau menumbuhkan koperasi sudah pasti masyarakat bawah, masyarakat yang ada di desa dan kelurahan ikut bagian dari menggerakkan Rp18 triliun tersebut. Saya kira itu adalah kebanggaan yang luar biasa bagi kami, termasuk pencapaian yang besar dan mencerminkan dinamika ekonomi kerakyatan Desa tumbuh dan berkembang di Provinsi Bali. Kami di Kementerian Koperasi sangat mengapresiasi hal tersebut,” tandasnya.

Baca Juga:  "Eling Raga" Sinergi Bank Indonesia dan Perbankan Wujudkan Konsumen Cerdas & Berdaya

Khusus di Bali ini ada 718 seluruh desa/kelurahan yang sudah terbentuk koperasi KDKMP dan berbadan hukum. “Tentu saja itu pekerjaan bapak/ ibu semua, terima kasih atas partisipasinya dan selanjutnya kita hidupkan 718 KDKMP tersebut, dikerjakan bareng-bareng agar DEKOPIN sendiri bisa punya peran lebih atas kehadiran Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih. Bapak Presiden Prabowo punya keberpihakan yang luar biasa pada gerakan Koperasi, mari sama-sama memanfaatkan momentum ini agar Koperasi tumbuh dan berkembang,”tukasnya.

Mengakhiri sambutanya, Wamen mengharapkan sinergi atara DEKOPINWIL dan Pemerintah dalam memaukan Koperasi. “Saya berharap bisa dirumuskan kebijakan-kebijakan, program-program yang ada di DEKOPINWIL diakselerasikan, disinergikan dengan kehadiran KDKMP sehingga bisa berjalan beriringan degan koperrasi yang telah eksisting,” pungkasnya.BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR