Denpasar, baliwakenews com – Hujan deras yang mengguyur Denpasar sejak Selasa malam membawa duka bagi banyak keluarga. Rabu (10/9) siang, suasana di Posko Pelaporan Kota Denpasar dipenuhi wajah cemas para warga yang menunggu kabar sanak saudara. Data terbaru mencatat, 15 orang hilang akibat banjir bandang. Dua di antaranya ditemukan sudah tak bernyawa, lima berhasil selamat, dan delapan lainnya masih dalam pencarian.
Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP Ketut Sukadi, menyebutkan dua korban yang meninggal ditemukan di lokasi berbeda. Seorang perempuan asal Lombok Barat ditemukan di Dam Tanah Kilap, sementara seorang ibu berusia 56 tahun ditemukan di aliran sungai Taman Pancing, Denpasar Selatan. “Keduanya terseret arus deras saat banjir melanda,” ujar Sukadi.
Meski kabar duka datang, ada pula harapan. Lima orang yang sempat hilang akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Mereka kini sudah kembali berkumpul dengan keluarga masing-masing. Namun, masih ada delapan nama yang belum ditemukan. Di antara mereka ada dua perempuan lanjut usia, Ni KM dan Ni ND, yang hingga sore masih dinanti keluarganya.
Derasnya arus Tukad Badung dan sungai lain di Denpasar tidak hanya merendam rumah serta kendaraan, tetapi juga menyeret penghuninya. Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, hingga relawan terus menyusuri sungai dengan perahu karet, berpacu dengan waktu mencari korban.
Di tengah kepungan banjir, warga hanya bisa berdoa agar keluarga mereka segera ditemukan. “Kami imbau warga tetap waspada dan segera melapor bila ada anggota keluarga yang hilang,” kata Sukadi.
Di Denpasar, hujan berhenti, tapi air mata keluarga korban belum juga reda. BWN-01

































