Penataan Kawasan Tebing Uluwatu Dilakukan Bertahap, Arus Laut Jadi Tantangan

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com

Kawasan suci Pura Luhur Uluwatu di Desa Pecatu, Kuta Selatan, terus mengalami penataan demi menjaga keutuhan warisan spiritual yang menjadi salah satu ikon budaya Bali. Di tengah gempuran arus laut selatan yang ganas dan gelombang tinggi, pemerintah tetap berkomitmen melanjutkan pekerjaan pemeliharaan dan perlindungan tebing serta pesisir kawasan pura.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Badung, Anak Agung Rama Putra, menjelaskan bahwa pekerjaan yang saat ini dilakukan bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keberlangsungan pelaksanaan upacara suci seperti “Mulang Pakelem”, yang dilaksanakan di tanjung bawah pura.

Baca Juga:  TP. PKK Badung Bersinergi dengan TP. PKK Provinsi Bali Salurkan Bantuan di Tiga Desa

“Fokus utama sekarang adalah memperbaiki retakan pada sisi selatan tebing dan bagian bawah tanjung yang digunakan untuk pelaksanaan upacara Pakelem,” ungkap Gung Rama, Rabu (24/7/2025).

Menurutnya, cuaca ekstrem di Pantai Selatan Bali menjadi hambatan utama. Arus kuat dan gelombang yang mencapai struktur revetment menyulitkan pekerjaan di bagian bawah tebing. “Pekerjaan tidak bisa dipaksakan saat kondisi laut seperti ini. Keselamatan pekerja jadi prioritas,” tambahnya.

Meski proyek utama sebelumnya telah rampung, pekerjaan tambahan tetap dilanjutkan oleh penyedia jasa karena proyek masih berada dalam masa pemeliharaan dua tahun. Saat ini, sekitar 15 orang tenaga kerja masih aktif di lapangan, menangani bagian-bagian yang dapat dijangkau. Adapun kegiatan yang tengah dilakukan meliputi:

Baca Juga:  Dukung Kelestarian Lingkungan, Hotel SOL by Melia Benoa Beralih ke LNG

• Penambalan retakan tebing selatan,
• Perbaikan struktur tanjung bawah,
• Pembuatan akses upacara ke lokasi Pakelem,
• Penataan kawasan sekitar pura, dan
• Pengamanan pantai dari ancaman abrasi.

Gung Rama menyebut bahwa pembangunan lanjutan struktur pelindung pantai hingga ke Batu Metandal direncanakan masuk dalam anggaran induk tahun 2026, dan akan dilakukan secara bertahap sesuai kondisi cuaca dan dukungan anggaran.

Baca Juga:  Polisi Ciduk Pembantai Tukang Parkir di Taman Pancing Denpasar

“Penataan ini bukan proyek sesaat. Ini bagian dari pelestarian kawasan suci, sekaligus menjaga keberlangsungan wisata budaya Uluwatu,” tegasnya.

Pura Luhur Uluwatu bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga jantung spiritual masyarakat Bali Selatan. Pemerintah berharap, dengan penataan berkelanjutan yang tetap memperhatikan nilai-nilai budaya dan kesucian tempat, kawasan ini dapat terus menjadi simbol keharmonisan antara manusia, alam, dan spiritualitas Bali. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR