Denpasar, baliwakenews.com – Provinsi Bali menempati peringkat ketiga tertinggi jumlah kasus AIDS secara nasional berdasarkan data tahun 2022. Namun, untuk kasus HIV terbaru, Bali justru berada di urutan kesembilan secara nasional pada semester pertama tahun 2024.
Data dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan, pada tahun 2022 Bali mencatat 851 kasus AIDS, berada di bawah Jawa Tengah (1.484 kasus) dan Papua (858 kasus). AIDS sendiri merupakan tahap lanjut dari infeksi HIV, ketika sistem kekebalan tubuh sudah sangat menurun.
Sementara itu, pada periode Januari hingga Juni 2024, kasus HIV baru di Bali berjumlah 976 kasus, menempatkan Bali di posisi kesembilan. Provinsi dengan jumlah kasus HIV terbanyak dalam periode tersebut adalah Jawa Timur (4.867 kasus), disusul Jawa Barat (4.792), dan Jawa Tengah (3.049).
HIV dan AIDS masih menjadi tantangan besar dalam dunia kesehatan di Indonesia. Pemerintah daerah bersama instansi kesehatan terus berupaya menekan angka penularan, termasuk melalui edukasi, kampanye hidup sehat, dan penguatan layanan tes serta pengobatan.
“Penemuan kasus HIV yang tinggi bisa jadi indikator kesadaran masyarakat meningkat terhadap pentingnya pemeriksaan dini. Namun tetap menjadi sinyal bahwa penularan belum sepenuhnya terkendali,” ujar seorang pejabat Dinas Kesehatan Bali yang enggan disebut namanya.
Pakar kesehatan juga menyoroti pentingnya pemahaman masyarakat bahwa HIV tidak serta-merta berubah menjadi AIDS apabila ditangani sejak dini. Pengobatan antiretroviral (ARV) disebut mampu menekan perkembangan virus dalam tubuh.
Hingga kini, Kementerian Kesehatan terus mendorong pendekatan “3 zero”: nol infeksi baru, nol kematian akibat AIDS, dan nol stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA). BWN-07


































