Jakarta, baliwakenews.com – Banyak orang mengalami gejala mirip sakit setelah berhenti merokok. Padahal, berhenti merokok dikenal sebagai langkah penting untuk memperbaiki kesehatan tubuh. Fenomena ini ternyata memiliki penjelasan medis.
Menurut sejumlah ahli kesehatan, berhenti merokok memicu proses detoksifikasi alami dalam tubuh. Proses ini membuat tubuh mengeluarkan racun yang sebelumnya terakumulasi akibat konsumsi rokok. Efeknya, gejala seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan kelelahan sering muncul di minggu-minggu awal berhenti merokok.
“Tubuh sedang membersihkan diri dari zat-zat kimia berbahaya. Ini bisa memicu reaksi seperti flu ringan,” kata dr. Andika Prasetya, dokter spesialis paru.
Selain itu, berhenti merokok juga bisa menyebabkan penurunan imunitas sementara. Sistem kekebalan yang sebelumnya terbiasa menghadapi paparan racun mendadak harus menyesuaikan diri dengan kondisi baru, membuat tubuh rentan terhadap infeksi ringan.
Tak hanya itu, perubahan gaya hidup juga berkontribusi. Banyak mantan perokok mengganti rokok dengan camilan manis atau makanan tinggi kalori. Hal ini berpotensi menurunkan daya tahan tubuh serta memicu penyakit metabolik.
“Faktor psikologis juga berperan. Stres akibat putus nikotin dan gangguan tidur dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan,” tambah Andika.
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa berhenti merokok tetap memberikan manfaat jangka panjang yang signifikan bagi kesehatan. Gejala yang muncul umumnya bersifat sementara dan akan mereda seiring waktu.
Pakar menyarankan agar mantan perokok menjaga pola makan, cukup tidur, serta berolahraga secara rutin untuk mempercepat proses pemulihan tubuh. Jika keluhan kesehatan berlanjut, sebaiknya segera konsultasi ke dokter. BWN-01


































