Lestarikan Olahraga Mekorot, Banteng Muda Bangah Gelar Lomba Tradisional Mekorot

Iklan Home Page

Singaraja, baliwakenews.com

Menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan, Banteng Muda Bangah menggelar lomba tradisonal yang digandrungi kaula muda yakni Mekorot. Lomba yang ditujukan untuk melestarikan olah raga tradisional ini, baru pertama kali digelar.

Ketua Panitia sekaligus Ketua Banteng Muda Bangah, I Gede Eriawan alias Derry pada Kamis 1 Mei 2025 menuturkan lomba Mekorot ini merupakan olah raga tradisional yang sangat familiar di telinga masyarakat Buleleng. Mekorot berati layang-layang diadu di udara yang kerap dilakukan oleh kaula muda Buleleng. Melalui lomba ini para pemuda adu ketangkasan untuk mengadu layangannya di udara sehingga bisa memutus layangan musuh.

“Lomba Mekorot kami gelar dalam menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan untuk mengangkat lomba tradisional yang digandrungi oleh kaula muda. Lomba kali ini diikuti peserta sebanyak 8 tim dari Desa Panji Kecamatan Sukasada,” ungkapnya.

Baca Juga:  Sempat Dilaporkan Belum Kembali dari Melaut, Nelayan Desa Patas Akhirnya Ditemukan

Lomba yang menggunakan sistem gugur ini digelar selama tiga hari. “Ini baru pertama kali digelar lomba Mekorot dalam skala lokalan. Kedepan kita Banteng Muda akan menggelar kembali dalam skala lebih besar. Kita menginginkan agar olah raga tradisional ini tetap eksis untuk generasi muda di Desa Panji,” ucap Derry.

Ia menambahkan antusias dari para peserta sangat tinggi karena Mekorot ini, hobi dari para pemuda Desa Panji bisa tersalurkan.

“Penghobi Mekorot di Banjar Bangah sangat banyak, untuk menyalurkan hobi dari para pemuda maka kami menggelar lomba ini,” imbuhnya

Baca Juga:  Wagub Bali: Wujud Blue Economy Berbasis Kearifan Lokal, Bali Siap Kawal Pembangunan Eco Fishing Port Pengambengan

Sementara itu Ketua Barak Panji Sakti Desa Panji, Gusti Agus Suputra Jaya mengapresiasi lomba Mekorot ini. Karena bisa mengangkat kearifan lokal dan melestarikan tradisi yang ada di Desa Panji. Mekorot ini juga digelar untuk mengurangi kecanduan gatget dari generasi muda ke hal-hal yang lebih positif dan berinteraksi dengan sesama pemuda lainnya.

“Saya mensupport betul lomba perdana Mekorot ini karena diera gempuran IT dan gatget, generasi muda bisa diarahkan kearah yang lebih mendedikasikan ke permainan tradisional seperti Mekorot. Peserta juga sangat banyak dan riang gembira mengikuti lomba Mekorot. Ini juga untuk melestarikan tradisi yang memang dari dulu ada di Desa Panji,” ucapnya.

Baca Juga:  Kejuaraan Dunia Panjat Tebing di Bali Tak Khawatir Soal Cuaca

Gusti Agus Saputra menambahkan Desa Panji yang memiliki Tradisi Megoak-goakan dan sudah diakui UNESCO akan terus menggelorakan sesuatu yang unik dan mempertahankan tradisi desa. Kedepan lomba ini akan diupayakan bisa digelar dengan skala yang lebih luas lagi.

“Kita upayakan kedepan lomba bisa digelar dengan skala yang lebih besar. Ini upaya kita untuk melestarikan tradisi yang ada karena anak-anak muda harus mampu mempertahankan tradisi yang dimiliki meskipun dalam era globalisasi,” pungkasnya BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR