Jejak Raja Badung di Puncak Mangu dan Warisan Spiritualnya

Iklan Home Page

baliwakenews.com – Saat kabut turun perlahan di lereng Pegunungan Mangu, suara dedaunan terhembus angin samar-samar terdengar dari kejauhan. Di ketinggian 2.090 meter di atas permukaan laut, berdiri sebuah pura tua yang menjadi saksi hubungan panjang antara kerajaan, spiritualitas, dan alam. Tempat suci itu bernama Pura Puncak Mangu.

Pura ini tidak hanya penting bagi umat Hindu di Bali sebagai salah satu Pura Kahyangan Jagat, melainkan juga memegang peran khusus dalam sejarah Kerajaan Badung. Di balik pelinggih-pelinggihnya yang berselimut lumut, tersimpan kisah tentang Raja Cokorda Sakti Blambangan, penguasa sakti yang membentuk identitas spiritual wilayah ini.

Berdasarkan Babad Badung, sebuah naskah kuno yang menceritakan perjalanan sejarah Kerajaan Badung yakni Raja Cokorda Sakti Blambangan adalah figur penting pada abad ke-17. Setelah wafat, dipercayai bahwa roh suci beliau tidak pergi begitu saja, melainkan memilih untuk “berstana” di Pura Puncak Mangu.

Baca Juga:  Berstatus DPO, Pembobol Kartu ATM Malah Edarkan SS di Kuta

Dalam budaya Bali, konsep roh yang “berstana” berarti arwah seorang tokoh penting dianggap menjadi penjaga spiritual suatu tempat. Itulah sebabnya, masyarakat Badung hingga kini masih rutin melakukan piodalan (upacara) ke Puncak Mangu, sebagai bentuk penghormatan dan penyambung ikatan dengan leluhur mereka.

“Hubungan ini bukan sekadar mistik,” jelas I Made Dharma Putra, sejarawan budaya Bali dari Universitas Udayana, dalam wawancaranya dengan Bali Post (2021). “Dalam pandangan tradisional Bali, penguasa tidak hanya memerintah wilayah duniawi, tapi juga membawa energi keseimbangan kosmis.”

Pura Puncak Mangu juga dikategorikan sebagai salah satu dari sekian Pura Kahyangan Jagat, yakni jaringan pura yang menjaga keharmonisan seluruh pulau Bali secara spiritual. Sebagaimana dijelaskan dalam buku “Kahyangan Jagat di Bali” (I Wayan Maswinara, 2002), pura-pura ini memiliki fungsi sebagai pusat pemujaan terhadap kekuatan alam semesta.

Baca Juga:  Tampil Memukau, Gubernur Koster Apresiasi Penampilan Duta Seni Gianyar dan Klungkung di Parade Gong Kebyar PKB 2025

Secara geografis, lokasi Pura Puncak Mangu tidak sembarangan. Berada di puncak Gunung Catur, pura ini menghadap ke empat penjuru mata angin, melambangkan keseimbangan energi bumi (kaja-kelod, kangin-kauh). Inilah sebabnya, ziarah ke Pura Puncak Mangu dianggap sebagai perjalanan spiritual, yaitu mendekatkan diri tidak hanya kepada Tuhan, tetapi juga kepada kekuatan leluhur dan alam.

Setiap tahun, ribuan peziarah dari berbagai daerah, terutama dari Badung, mendaki jalur terjal menuju puncak pura, terutama saat hari-hari suci seperti Purnama Kapat (bulan penuh keempat dalam kalender Bali). Tidak sedikit dari mereka yang berjalan kaki berjam-jam, membawa sesajen dan dupa, melintasi hutan tropis yang lebat.

“Ini bukan soal tradisi semata. Ini tentang menjaga janji spiritual kami kepada leluhur,” kata Nyoman Sudiana, seorang pemangku (pemuka adat) dari Desa Petang, dalam wawancara dengan NusaBali (2023).

Baca Juga:  Wabup Suiasa Kukuhkan Paskibra Kabupaten Badung 2024

Meski zaman berubah dan jalan-jalan aspal mulai merambah, ritual menuju Puncak Mangu tetap mempertahankan kesakralannya. Para peziarah percaya bahwa mendaki dengan penuh hormat adalah bagian dari tapasya (laku spiritual), menghormati perjalanan Raja Cokorda Sakti Blambangan dari dunia nyata menuju dunia roh.

Hari ini, di tengah modernisasi Bali yang semakin cepat, Pura Puncak Mangu tetap berdiri, sederhana namun sakral. Ia bukan hanya monumen keagamaan, melainkan juga simpul identitas dan memori kolektif rakyat Badung terhadap masa lalu mereka.

Melalui pura ini, warisan Raja Badung tetap hidup, mengalir dalam doa-doa yang menguar di puncak gunung, dibawa angin ke segala penjuru pulau. BWN-01

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR