Mangupura, baliwakenews.com
Pelukis muda berkebutuhan khusus, Diego Berel tampil pameran dalam Gallery of Art: Arts Beyond Boundaries di The Apurva Kempinski, Nusa Dua. Diego Berel merupakan seorang pelukis muda berbakat Indonesia dengan gangguan perkembangan Down Syndrome yang sukses meraih juara pertama dalam sebuah pameran virtual di London belum lama ini.
Walaupun memiliki keterbatasan Diego Berel mampu melahirkan karya seni rupa, termasuk lukisan abstrak yang menakjubkan. Bukan hanya di tingjat Baik nasional namun juga di mancangera.
Salah satunya yakni, di tahun 2022 lalu The Holy Art Gallery mengumumkan pelukis bernama lengkap Diego Luister Berel keluar sebagai juara pertama untuk pameran virtual bertema Artfusion. Karena salah satu lukisan Diego yang berjudul ‘Balinese Penjor’ mampu mempesona pecinta seni di sana.
Dalam karya seninya yang memukau ini, Diego menerjemahkan tiupan angin yang menerpa penjor di sebuah banjar di Bali lewat media kanvas dan cat akrilik. Permainan warna-warni lembut dan ekspresi seni pria berusia 24 tahun tersebut menjadi nilai plus dari para kurator untuk mengangkat namanya menjadi sang pemenang dan berhak untuk mengadakan pemeran tunggal di sana baik secara offline maupun virtual.
“Kecintaan Diego terhadap seni lukis diwarisi dari bakat ayahnya di bidang seni. Kecintaannya akan seni lukis ini tumbuh ketika dia masih bersekolah di sekolah berkebutuhan khusus di Jakarta Selatan,”papar Ibundanya saat mendampingi Diego dalam media gathering di The Apurva Kempinski, Nusa Dua, Jumat (29/11/2024).
Diego terus mengasah bakat seni yang sudah mengalir di darahnya dengan banyak mengikuti pameran lukisan baik di Jakarta maupun kota-kota besar lainnya.
Meski lukisannya masih masuk kategori ‘hijau’, karena dia terus mengeksplorasi keindahan seni rupa dan seni rupa kontemporer. Namun sebagian besar karya seninya terinspirasi dari budaya Nusa Tenggara Timur, tempat asal ibunya.
Dimana hasil karyanya yang sudah banyak dipamerkan ini menggambarkan alam dan masyarakat serta memiliki estetika warna-warni yang dianggap ‘out of the box’. Ciri khas seni Diego yakni, bermain warna dengan menggunakan pisau palet klasik secara bersamaan di kedua tangannya saat melukis atau dengan kuas.
Kecintaannya pada seni lukis menunjukkan ketangguhannya dalam menghadapi kesulitan.
Menurut General Manager of The Apurva Kempinski Bali, Vincent Guironnet, hal ini sejalan dengan komitmen The Apurva Kempinski Bali untuk memberdayakan keberagaman melalui inklusivitas dan kesetaraan.
Karenanya di penghujung tahun ini karya-karya yang mengekspresikan ketahanan dalam menghadapi kesulitan melalui lukisannya bisa dinikmati dalam Gallery of Art: Arts Beyond Boundaries di The Apurva Kempinski Bali.
Inklusivitas dan kesetaraan kesempatan, sambung Vincent merupakan bagian integral dari kampanye Powerful Indonesia: Bhinneka Tunggal Ika yang mencakup pilar-pilar ini sepanjang tahun dengan berbagi panggung dengan talenta-talenta inspiratif dan menyoroti kemampuan dan perspektif unik mereka.
Termasuk kolaborasi dengan mitra dengan visi yang sama untuk menumbuhkan budaya inklusif. Di mana setiap individu memiliki kesempatan untuk berkembang dan menciptakan lingkungan yang setiap orang merasa diterima dan dihormati.
“Menutup ‘Gallery of Art’ 2024, kami merayakan dalam ‘Gallery of Art: Arts Beyond Boundaries’ bekerja sama dengan Diego Berel, seorang pelukis berbakat yang mengekspresikan ketahanan dalam menghadapi kesulitan melalui lukisannya,” pungkasmya. BWN-04

































