Mangupura, baliwakenews.com
Salah satu faktor penyebab terjadinya hujan di sebagian besar wilayah Bali dalam beberapa hari terakhir adalah adanya fenomena atmosfer yaitu gelombang Rossby Ekuatorial dan Kelvin. Kondisi mempengaruhi meningkatnya pembentukan awan di wilayah Bali beberapa hari terakhir. Hal itu diungkapkan, Prakirawan BMKG Wilayah III, Luh Eka Arisanti, dikonfirmasi Senin (7/7/2025).
Luh Eka menijelaskan, fenomena hujan ringan hingga lebat di wilayah Bali dan sekitarnya yang terjadi beberapa hari terakhir antara lain penyebabnya karena Indeks SOI (Southern Oscillation Index) +11.2 yang berpengaruh terhadap peningkatan pola konvektif di sebagian wilayah Indonesia bagian Tengah dan Timur.
Sedangkan suhu muka laut disekitar wilayah Bali berkisar antara 26 – 30°C. Nilai anomali suhu muka laut terpantau hingga 2.0 °C (lebih hangat daripada normalnya). Di mana terdapat potensi penguapan (penambahan massa uap air) di perairan Bali.
Selain itu karena melemahnya angin monsun Australia menyebabkan meningkatnya kelembaban udara. Massa udara basah terkonsentrasi hingga pada lapisan permukaan hingga lapisan 700 mb (3000 m).
Hujan belakangan ini juga dikarenakan terdapat fenomena atmosfer yaitu gelombang Rossby Ekuatorial dan Kelvin yang mempengaruhi meningkatnya pembentukan awan di wilayah Bali beberapa hari terakhir.
Diprediksi cuaca wilayah Bali dalam 3 hari ke depan, secara umum berawan. Selain itu juga terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan – sedang secara tidak merata di sebagian wilayah Bali.
Angin umumnya bertiup dari arah Timur – Tenggara dengan kecepatan berkisar antara 4 – 40 Km/Jam. Sementara itu, tinggi gelombang laut di Perairan Utara Bali berkisar antara 0.5 – 1.5 meter, di Perairan Selatan Bali berkisar antara 0.75 – 2.5 meter, di Selat Bali berkisar antara 0.75 – 2.5 meter dan di Selat Lombok berkisar antara 0.5 – 2.5 meter.
Pihaknya mengimbau kepada warga agar waspada akan potensi hujan sedang dan peningkatan kecepatan angin di sebagian wilayah Bali. Termasuk tinggi gelombang mencapai 2 meter atau lebih di Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, Selat Lombok bagian selatan, dan Perairan Selatan Bali. BWN-04































