Denpasar, baliwakenews.com
Menghadapi persaingan industri furniture yang semakin ketat, pengusaha mebel di Indonesia membutuhkan teknologi yang mempermudah dan membuat produksi menjadi lebih efisien. Untuk itu PT. Wahana Kemalaniaga Makmur (Wakeni) akan menggelar pameran teknologi manufaktur furniture internasional, di JI-Expo Kemayoran Jakarta Internasional, pada 25-28 September 2024.
Direktur Wakeni, Sofianto Widjaja, ditemui saat Musda III HIMKI DPD Bali, di Denpasar, Kamis 22 Agustus 2024, mengatakan IFMAC Woodmac 2024, yang akan dilaksanakan September mendatang merupakan pameran komponen manufaktur furnitur dan mesin pertukangan kayu internasional ke-11.
“Pameran akan memberikan prospek yang menguntungkan dalam industri furnitur Indonesia. Karena banyak teknologi yang menguntungkan akan kami hadirkan dalam Expo ini, mengingat kelemahan pengusaha lokal adalah pada teknologi, dan negara lain sudah lebih dulu memperbaharui teknologi mereka,” ujarnya.
Sofianto menegaskan dalam Expo akan dipergunakan teknologi untuk pengembangan industri furnitur terbaru. “Jadi peran kita adalah membawa teknologi yang Indonesia butuhkan untuk memperkuat Indonesia punya industri. Banyak seperti industri di Jawa yang mesinnya sudah cukup tua dan untuk bersaing dengan industri seperti Vietnam, Malaysia yang sudah lebih dulu restrukturisasi peralatan, tentunya akan kalah. Sehingga Indonesia membutuhkan teknologi permesinan ini, sangat penting sebagai pendukung industri agar bisa bersaing,” tandasnya.
Hal senada disampaikan Project Director IFMAC, Cloudinia Juniyanti, dari penyelenggara Expo. Dikatakan pameran dilaksanakan setiap tahun dan kali ini merupakan yang ke-11.
“Tahun ini kami menghadirkan 300 peserta pameran dari mancanegara. Nanti mereka akan membawa berbagai teknologi baik dari permesinan dari komponen, ada software dan banyak macamnya untuk memenuhi kebutuhan industri furnitur di Indonesia,” ungkapnya.
Untuk itu, ia mengundang para pengunjung dan perajin dari berbagai daerah di Indonesia untuk dapat menghadiri pameran. “Di pameran itu mereka bisa melihat teknologi-teknologi sesi terbaru, dan permesinan teknologi terbaru. Jadi mereka bisa memperbaharui teknologi mereka untuk meningkatkan produktivitas di pabrik mereka, sehingga kinerja lebih efisiensi, juga produk yang dihasilkan lebih sesuai dengan standar internasional,” tukasnya.
Dengan mengunjungi pameran para pengusaha bisa berinteraksi dengan jajaran pemimpin industri bergengsi, yang memamerkan inovasi mutakhir mereka untuk mempelopori transformasi dunia manufaktur furnitur dan pertukangan kayu. Mereka juga mendapatkan akses eksklusif untuk melihat berbagai produk unggulan dan demo interaktif teknologi terkini yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Pameran menyajikan mesin mutakhir hingga material ramah lingkungan. “Jadi temukan integrasi teknologi dan estetika yang mulus, dengan pendekatan revolusioner terhadap material dan teknik produksi, kualitas, daya tahan, dan efisiensi,” ucapnya.
Dengan dey pameran ini tidak hanya untuk pengusaha furnitur, karena teknologi yang diperkenalkan bisa juga digunakan untuk para kontraktor, lembaga desain dan arsitektur, produsen komponen, desainer perabotan, perusahaan desain interior dan bangunan, perusahaan pengolahan kayu dan industri terkait lainnya. BWN-03




























