Kisah Sukses Ni Luh Mariani Bermodal Awal 5 Juta, Usaha Penjor Tembus Hingga ke Luar Negeri

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com

Memulai usaha memang kerap menghadapi tantangan yang tidak ringan. Namun dengan tekad kuat dan semangat pantang menyerah tak jarang mengantarkan usaha seseorang menjadi maju dan berkembang. Seperti yang dilakoni pasangan suami istri Ni Luh Mariani dan Suaminya I Gede Dody Budiartha asalTuka, Dalung, Kuta Utara.

Dengan awalnya bermodal Rp 5 juta, mereka mampu berkembang hingga memiliki puluhan karyawan dan produknya yakni alat-alat upacara dan penjor kini konsumennya tembus hingga ke luar negeri. Kisah ini terungkap saat pasangan ini ditetapkan sebagai nasabah inspiratif BTPN Syariah.

Perlahan tapi pasti, setelah berjalan sepuluh tahun usaha Lumbung Sedana yang menjual alat-alat upacara Yadnya seperti Janur Dekorasi, Penjor Dekorasi, Yadnya Bebanten (odalan, pecaruan dan lainnya) kini telah berkembang pesat dengan omset ratusan juta rupiah. Menurut Mariani penjor yang dibuatnya dari harga ratusan juta rupiah hingga jutaan rupiah.

Bahkan pihaknya juga sudah sering melayani Penjor untuk event internasional di Nusa Dua, maupun untuk kegiatan hajatan warga asing di Bali. Berkat keuletannya hingga usahanya terus berkembang Ni Luh Mariani didukung suaminya I Gede Dody Budiartha kini merupakan salah satu sosok nasabah inspiratif BTPN Syariah. Mariani menjadi sosok nasabah inspiratif karena telah lama bersama BTPN Syariah dari 2015.

Baca Juga:  Kelakan dan Yudana Sinergi Bantu Warga Disabilitas di Penarungan

Usahanya semakin berkembang karena selalu menerapkan empat perilaku unggul, yakni Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu (BDKS) serta telah memberikan dampak positif bagi komunitasnya.

Saat ini Luh Mariani memiliki 30 karyawan dalam memproduksi penjor dan memiliki dua toko tepat di sebelah rumahnya. Pangsa pasar yang dilayanipun ikut terus berkembang, dimana dia tidak hanya menjual penjor di dalam negeri namun juga ke luar negeri. “Tidak hanya melayani masyarakat Bali, kami juga mengekspor beberapa alat pembuat penjor ke luar negeri seperti Jepang dan Amerika Serikat,” akunya.

Kisah Mariani sebagai nasabah inspiratif ini mendapat apresiasi dari Camat Kuta Utara, I Putu Eka Parmana. Eka Permana menilai pendampingan BTPN Syariah membuat ibu-ibu nasabah terus tumbuh karena diberikan berbagai pelatihan secara rutin. Dia pun mendukung upaya BTPN Syariah dalam memberdayakan masyarakat inklusi, khususnya di Kecamatan Kuta Utara melalui kumpulan, sehingga terbentuk sosok inspiratif seperti Luh Mariani.

Baca Juga:  Wabup Badung Ikuti Penandatanganan PKS Pidana Kerja Sosial

BTPN Syariah sendiri telah membantu ribuan warga Bali yang non muslim dan juga banyak memperkerjakan pegawainya penduduk asli Bali. Selain menyediakan akses layanan keuangan kepada masyarakat tersebut, BTPN Syariah juga menyediakan pelatihan keuangan sederhana untuk membantu mata pencaharian nasabahnya agar dapat terus berlanjut serta membina masyarakat yang lebih sehat melalui programnya.

BTPN Syariah adalah anak perusahaan Bank BTPN yang beroperasi berdasarkan prinsip inklusi keuangan dengan menyediakan produk dan jasa keuangan kepada masyarakat terpencil yang belum terjangkau serta segmen masyarakat pra sejahtera.

Menurut Kepala Pembiayaan Area Bali dan Kupang BTPN Syariah, Dony Aditya Darmawan, BTPN Syariah menyalurkan pembiayaan sebesar kurang lebih Rp78 miliar kepada 27 ribu nasabah yang tersebar di 3.100 sentra. Saat ini, BTPN Syariah telah mengjangkau seluruh atau 57 kecamatan di Bali. “BTPN Syariah juga melakukan pendampingan untuk memberikan berbagai pelatihan agar nasabah semakin tumbuh,” jelas Dony Selalsa (25/6/2024).

Baca Juga:  Ranperda Retribusi Pelayanan Kesehatan di Badung Difinalisasi

Corporate & Marketing Communication Head BTPN Syariah, Ainul Yaqin menambahkan, BTPN Syariah merupakan satu-satunya bank syariah yang fokus memberdayakan masyarakat inklusi atau mereka yang belum tersentuh layanan keuangan formal.

“BTPN Syariah tetap menjalankan fungsinya sebagai bank dengan menghimpun dana dari keluarga sejahtera dan kemudian disalurkan sepenuhnya untuk segmen ultra mikro. Nasabah yang mengalami kemiskinan ekstrem terus menurun dan jumlah keluarga dengan anak bersekolah meningkat,” pungkasnya. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR