Mangupur, baliwakenews.com
Tidak saja kalangan politisi yang menjadi sorotan untuk dijadikan bakal calon Bupati Badung, namun juga kalangan birokrat pun ikut menjadi bancakan politik dalam Pilkada Badung tahun 2024 ini. Birokrat tersebut adalah I Wayan Adi Arnawa. Tokoh Pecatu yang saat ini menduduki jabatan Sekertaris Daerah Kabupaten Badung tersebut mulai mocer terdengar usai Pemilu 14 Februari 2024 lalu. Banyak baliho terpampang disejumlah jalan protokol di Kabupaten Badung.
Adi Arnawa yang ditanya wartawan terkait dirinya digadang-gadang serta masuk dalam bursa bakal calon Bupati Badung tidak memberikan komentar banyak terkait hal tersebut. Pihaknya mengaku ramainya pencalonan dirinya di media sosial merupakan aspirasi dari masyarakat.
“Jadi itu merupakan cerminan aspirasi masyarakat. Mungkin ada beberapa orang atau tokoh masyarakat yang dianggap layak,” ujar Sekda Adi Arnawa, Senin (4/3).
Pihaknya mengaku semua yang dilakukan masyarakat sah-sah saja. Hanya saja pihaknya meminta, jangan sangan sampai eporia pilkada membuat situasi tidak kondusif.
“Jadi kita harus tetap menjaga keamanan kenyamanan di masyarakat. Jangan sampai karena eforia pilkada ini, ada gontok-gontokan di masyarakat,” jelasnya sembari mengatakan jangan sampai ada kelompok ditengah pemerintah menjaga ketertiban di masyarakat.
Disinggung, apa ada partai politik yang sudah mendekat untuk mengusung maju ke Pilkada? Adi Arnawa pun mengaku belum berfikir sejauh itu. Bahkan dirinya mengaku fokus untuk membantu Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dan Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa dan perangkat daerah untuk melaksanakan tugas.
“Apalagi, semakin hari semakin banyak tugas-tugas yang harus dilaksanakan. Sebagai pimpinan birokrasi di Badung ini tentu kami harus mengkordinir, seperti sekarang kita rapat koordinasi dalam rangka membersiapkan diri untuk kabupaten anti korupsi,” bebernya.
Tapi secara pribadi apa siap tarung pada Pilkada mendatang,? Pihaknya enggan berkomentar lebih banyak. Namun dirinya sangat berterimakasi dengan aspirasi masyarakat yang sudah menyampaikan hal tersebut.”Mungkin dianggap itu layak. Tapi saya tidak terpikirkan dengan hal itu,” ucapnya.
Ramainya relawan Adi Braya yang kini sudah muncul, kata Adi Arnawa merupakan spontanitas. “Itu kan kan masyarakat, yang jelas saya kan tidak mobilisasi,” terang mantan Kadispeda Badung tersebut. BWN-05

































